Oleh: Erik A Kurnia*
RADARSUMEDANG.ID – Pemerintahan Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir dan pendampingnya Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan pada September 2023 nanti akan berakhir masa baktinya. Pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak (Pilkada) 2019, pasangan Dony-Erwan memenangkan kontestasi dan mengusung visi Sumedang Simpati (Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif).
Diharapkan dengan visi Sumedang Simpati ini pada tahun 2023 masyarakat Sumedang bisa meningkat kesejahteraannya, agamis akhlaknya, maju daerahnya, profesional aparaturnya dan kreatif ekonominya.
Tentu saja bukan perkara gampang bagi Pemerintahan Dony-Erwan untuk merealisasikan visi Sumedang Simpati tersebut. Terlebih baru saja mengawali pemerintahannya, tetiba Pandemi Covid-19 pada 2020 melanda secara global dan Kabupaten Sumedang pun ikut terdampak dengan diterapkannya PSBB dan PPKM.
Namun, janji politik adalah utang yang harus dibayar kepada seluruh masyarakat Sumedang. Sebelum terpilih menjadi Bupati Sumedang politisi muda yang akrab dipanggil Doamu ini, adalah anggota DPR RI dari Partai Persatuan Pembangunan yang mewakili Dapil Jawa Barat IX ( Kabupaten Sumedang, Majalengka, Subang) saat itu.
Doamu saat itu pula duduk di Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, riset, olahraga dan kepariwisataan. Ia juga memiliki mitra kerja dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Pemuda dan Olahraga; dan Perpustakaan Nasional.
Selama menunaikan amanah sebagai legislator di Senayan Jakarta, Doamu benar-benar menjadikannya sebagai ‘misi suci’ untuk membangun Kabupaten Sumedang dari tingkat Pusat dengan segala kapasitas dan kapabilitasnya. Baginya, saat itu, sebanyak mungkin berupaya agar program dan anggaran pembangunan bisa digelontorkan untuk pembangunan di Kabupaten Sumedang. Hal itu pun banyak terwujud dalam berbagai bentuk realisasi program bantuan dari Pemerintah Pusat bersama sejumlah mitra kerja di Senayan.
Rupanya, begitu Doamu memenangkan suksesi menjadi Bupati Sumedang periode 2019-2024, jejaringnya di Pemerintah Pusat adalah modal politik pada saat melanjutkan ‘misi suci’ sebagai Bupati Sumedang. Hasilnya, selama lebih dari empat tahun terakhir kepemimpinan Dony-Erwan, banyak menorehkan penghargaan dari Pemerintah Pusat.
Dalam acara Refleksi dan Resolusi Pemerintahan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Erwan Setiawan pada Rabu (28/12-2022) lalu, pasangan ini akan memanfaatkan siswa waktu pemerintahannya dengan mengibaratkan memasuki lap terakhir dari sebuah ajang balapan.
Tidak heran, saat itu Bupati mencanangkan upgrading tagline dari ‘Sumedang Melesat’ menjadi ‘Sumedang Sakti’ (Surti Ngabakti Pikeun Sumedang Simpati).
“Tahun 2023, tagline yang harus menjadi inspirasi dan motivasi kita yaitu Sumedang SAKTI atau Surti, Ngabakti Pikeun Sumedang Simpati. Landasannya tetap yaitu agama, budaya dan teknologi,” kata Bupati.
Sedangkan ‘ngabakti’ memiliki arti melayani rakyat untuk mewujudkan Sumedang Simpati dengan tujuan akhirnya adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di 2023.
Bupati menargetkan IPM berada di angka 72,40 sampai dengan 73,37, harus di range ini atau di atasnya. Begitu juga angka kemiskinan harus turun dari angka 9,7 sampai 7,56. Tingkat pengangguran dari 18 sampai 6. Sedangkan untuk LPE Bupati menargetkan naik ke 5,2 sampai 6,2.
Usaha tidak akan mengkhianati hasil, sebagaimana janji Alloh SWT, ‘man jadda wa jadda’, siapa yang bersungguh-sungguh dialah yang akan mendapatkan hasil. Begitupun dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan kesungguhan tekad seluruh stakeholdernya dalam merealisasikan target Sumedang Sakti, maka torehan hasil pun, sedikit demi sedikit menyeruak.
Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-445 Sumedang di Lapang Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Rabu (26/4/2023) lalu, Bupati menyampaikan sejumlah capaian menjelang masa akhir kepemimpinannya.
Capaian itu selaras dengan apa yang disampaikan pada saat acara refleksi dan resolusi pemerintahan akhir tahun 2022 lalu. Pertama IPM meningkat pada tahun 2022 hingga 72,69 poin, dari target 71,9 – 72,4 poin. Peningkatan ini sebesar 0,89 poin dari capaian 2021. Ini berarti IPM Kabupaten Sumedang menempati posisi ke-11 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Capaian ini juga menjadikan Sumedang sebagai kabupaten/kota ke-5 tercepat dari sisi pertumbuhannya.
Kemudian, tingkat kemiskinan pada 2022 menurun menjadi 10,14 persen dari target 10,41 – 9,54 persen. Penurunan tingkat kemiskinan dari 2021 ke 2022 tersebut mencapai 0,57 persen dan menempati posisi terbaik ke-2 di tingkat Jawa Barat.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sumedang di angka 7,72 persen dari target 8,78 – 7,99 persen. Angka ini berhasil melewati target dengan persentase penurunan TPT mencapai 15,9 persen atau menurun 1,46 persen dibandingkan pada 2021. Bahkan Bupati menyebut penurunan ini lebih cepat dari Provinsi Jawa Barat sendiri.
Dalam Laju Pertumbuhan Ekonomi (KPE) Kabupaten Sumedang pada 2022 yaitu 5,03 persen dari target 4,70 – 5,70. Terjadi peningkatan sebesar 1,86 persen atau meningkat 58,68 persen dibandingkan capaian 2021. Bupati mengatakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang sudah kembali berakselerasi lantaran sebagian besar lapangan usaha sudah kembali tumbuh mendekati periode sebelum terjadi pandemi.
Terakhir, angka PDRB Perkapita juga tumbuh 7,25 persen atau naik Rp2,33 juta menjadi Rp34,46 juta, dari target Rp32,0 – 33,8 juta. Bahkan pertumbuhan PDRB perkapita Kabupaten Sumedang lebih cepat dari Jawa Barat.
Capaian keberhasilan Pemerintah Kabupaten Sumedang dibawah kepemimpinan Dony-Erwan pun terlihat dengan sejumlah raihan penghargaan. Bahkan dari raihan-raihan prestasi itu pun berbuah manis bagi Kabupaten Sumedang dengan dijadikannya rujukan studi banding pemerintah kabupaten/kota di Indonesia dalam penerapan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Tercatat Pemkab Sumedang telah menerima 117 penghargaan, terdiri dari 68 penghargaan dari tingkat nasional, dan 50 penghargaan di tingkat provinsi. Bupati menyatakan raihan prestasi itu merupakan hasil kerja semua komponen daerah yakni unsur pemerintahan dan masyarakat yang telah mengantarkan Kabupaten Sumedang sebagai yang terdepan di Jabar.
Raihan prestasi itu juga menjadi perwujudan atau bukti dari capaian yang ditorehkan, tidak saja berhasil dalam penataan reformasi birokrasi semata, namun juga Pemkab Sumedang juga banyak keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur fisik.
Dalam bidang ini, bisa kita saksikan sendiri beberapa kemajuan atau perubahannya seperti Jalan Tol Cisumdawu, Alun-Alun Sumedang, Gedung Creative Center (GCC) dan Command Center. Kemudian Sumedang juga memiliki icon baru di kawasan wisata Bendungan Jatigede yakni Masjid Al-Kamil dan Menara Kujang Sapasang, yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat ini. Dalam bidang infrastruktur fisik lainnya yakni pembangunan jalan di Kabupaten Sumedang tingkat kemantapan jalannya sudah nyaris mencapai 88,63 persen. Artinya sebagian besar jalan di Kabupaten Sumedang sudah baik dan sisanya secara bertahap akan terus diperbaiki.
Di penghujung masa kepemimpinan Dony-Erwan saat ini masyarakat Sumedang sudah merasakan dari janji politik yang tertuang dalam Sumedang Simpati. Tentunya, di periode pertama memimpin ini telah banyak kemajuan dan perubahan bagi Kabupaten Sumedang dalam segala bidang. Sudah sepantasnya legacy dari misi suci ini bisa berkelanjutan dan tuntas seluruhnya di era kepemimpinan selanjutnya.(*)
*)Erik A Kurnia, Penanggungjawab Redaksi Radar Sumedang





