Masyarakat Adat Mekarasih Peringati Sewindu Penggenangan Bendungan

oleh
Masyarakat adat di Mekarasih Jatigede menggelar ritual memperingati sewindu penggenangan Waduk Jatigede, Kamis (31/8). Ritual itu bertajuk Lurung Jatigede

RADARSUMEDANG.id, JATIGEDE – Masyarakat adat di Desa Mekarasih, Kecamatan Jatigede memperingati sewindu penggenangan Waduk Jatigede, Kamis (31/8). Peringatan sewindu penggenangan Waduk Jatigede diisi dengan acara budaya bertajuk Larung Jatigede. 

Ritual diawali dengan ziarah ke makam leluhur yang ada di Cilimus, Mekarasih. Selanjutnya, masyarakat adat melakukan ritual khusus menabur sesajen bunga di perairan Waduk Jatigede sebagai pertanda mendoakan leluhur yang makamnya telah tergenang oleh air Waduk Jatigede.

“Hari ini tepat sewindu penggenangan Waduk Jatigede. Kami akan terus berupaya mengenang momen tersebut dengan dikemas acara budaya,” ujar Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Mekarasih, Kecamatan Jatigede, Sihabudin.

Ia mengungkapkan, momen penggenangan Waduk Jatigede tak mungkin bisa terlupakan, terutama oleh masyarakat terdampak Waduk Jatigede. Pasalnya, momen tersebut sempat membuat masyarakat terdampak prihatin harus meninggalkan kampung halamannya.

“Untuk memperingati momen itu kami kemas dengan ritual budaya. Ya tujuannya agar terus bisa diingat sebagai momen sejarah untuk dikenang oleh masyarakat,” ucapnya.

Sihabudin menuturkan, ritual budaya Larung Jatigede tahun ini mengambil tempat di pesisir Waduk Jatigede, blok Cimareme. Ritual khususnya, berupa penaburan bunga dan sesajen di tengah perairan Waduk Jatigede yang melibatkan sejumlah perahu milik nelayan serta pemaparan sejarah penggenangan waduk.

Hadir dalam kegiatan ritual Larung Jatigede, antara lain, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, Nandang Suparman, Kabid Budaya pada Disparbudpora Kabupaten Sumedang, M.Budi Akbar, Camat Jatigede, Wuddan Lukmanul Hakim serta akademisi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan lainnya.

“Kami mengapresiasi kegiatan budaya Larung Jatigede ini, dimana bisa dijadikan daya tarik wisata budaya. Ke depan harus dikemas dengan lebih baik,” kata Nandang.

Camat Jatigede Wuddan Lukmanul Hakim menyatakan, kegiatan budaya bertajuk Larung Jatigede merupakan satu bentuk wujud kekompakan masyarakat adat yang perlu terus dipelihara dan dikembangkan. Bahkan kata dia, kedepan kegiatan serupa bisa dilaksanakan tidak hanya satu hari.

“Event seperti ini bisa digelar selama 7 hari. Libatkan semua masyarakat adat yang ada di Jatigede agar menjadi kegiatan yang bisa mendongkrak ekonomi,” ucapnya. (gun)

No More Posts Available.

No more pages to load.