RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) Kampus Jatinangor dijadikan tempat kegiatan Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI) 2023. Kegiatan itu merupakan berkumpulnya delegasi mahasiswa peternakan yang berasal dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar untuk menjalin silaturahmi, bertukar informasi mengenai SDA peternakan, lomba dan mendiskusikan isu-isu terkini di bidang peternakan yang diselenggarakan sepanjang 2 hingga 5 September 2023. Pusat acaranya bertempat di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran.
Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Dr.Ir. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si.,IPM. mengatakan, Grand Opening TIMPI 2023 mengangkat tema ‘Inovasi Mahasiswa Peternakan Mewujudkan SDGs Tanpa Kelaparan dan Lumbung Pangan Dunia 2045’.
“Fakultas Peternakan Unpad tahun ini berkesempatan menjadi tuan rumah, TIMPI 2023 ini diikuti oleh mahasiswa peternakan dari 107 universitas seluruh Indonesia, dengan adanya TIMPI 2023 diharapkan dapat menemukan solusi permasalahan peternakan seperti produksi, hilirisasi serta kesehatan ternak,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, sebetulnya kegiatan dilakukan secara reguler. Tapi memang untuk Fakultas Peternakan Unpad pernah menjadi tuan rumah sekitar 20 tahun yang lalu dan sekarang setelah 20 tahun Fapet Unpad kembali menjadi tuan rumah.
“Rangkaian TIMPI 2023 dimulai Grand Opening kemudian dilanjutkan dengan simposium peternakan hadir dalam TIMPI 2023 dari Kementerian, kemudian dari BUMN Peternakan, serta dari akademisi peternakan dan dari praktisi peternakan. TIMPI kali ini difokuskan kepada industri peternakan unggas, anggota TIMPI ini ada 107 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia baik dari Sabang sampai Merauke,” ujar Rahmat.
Rahmat menjelaskan, peternakan di Indonesia sangat beragam baik dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Terdapat tiga sentra produksi yang berbeda yaitu sentra produksi ternak, sentra produksi pakan ternak dan sentra pasar.
“Pulau Jawa menjadi pasar dari seluruh komoditas peternakan, sementara sentra produksi ada di luar Pulau Jawa sebagian tentu saja diperlukan teknologi dan efisiensi dalam hal distribusi maupun produksi dari peternakan, untuk distribusi ada potensi untuk penyebaran penyakit sehingga diperlukan ada sentra-sentra produksi sampai ke hilirisasi jadi nanti yang bergerak itu lebih baik bukan ternaknya tetapi produk ternaknya sehingga di jawa ini bisa dikatakan menjadi sumber pasar produk produk peternakan,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang peserta TIMPI 2023, Siti Rahmawati dari Universitas Tadulako Sulawesi Tengah mengatakan alasan mengikuti kegiatan ini adalah untuk mengikuti lomba Essay. Selain itu niatnya sekalian bertemu dan bersilaturahmi dengan teman-teman mahasiswa peternakan seluruh Indonesia.
“Kegiatan ini kita bisa menambah pengetahuan dan menambah ilmu yang baru di bidang peternakan serta mencari inovasi dan solusi tentang permasalahan peternakan, serta dapat banyak relasi dan teman baru dari kegiatan ini dan saya sangat berkesan kepada Panitia Fapet Unpad ini yang sudah menyambut kami dan pelayanan yang begitu baik,” tandasnya. (tha)





