RADARSUMEDANG.id – Virus nipah (NiV) yang muncul di India dan telah menelan dua korban meninggal, menjadi perhatian serius dunia. Apalagi seluruh masyarakat dunia masih belum usai dengan heboh virus Corona (Covid-19) yang sangat mematikan.
Dilansir dari JawaPos.com, virus Nipah atau NiV merupakan virus zoonotik yang menular dari hewan ke manusia. Virus ini juga bisa menyebar melalui makanan dan kontak antarsesama manusia.
Meski keberadaan virus Nipah belum terdeteksi di Indonesia sampai saat ini, namun masyarakat tetap harus waspada. Sebab, virus dapat menular melalui perantara hewan liar kepada manusia.
Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, virus Nipah berasal dari kelelawar yang memakan buah dan berpindah ke hewan ternak, seperti babi, domba dan kambing saat penebahangan hutan.
Hewan ternak yang memakan buah bekas kelelawar, usai penebangan hutan sangat berpotensi menularkan virus Nipah. Penularan bisa terjadi saat manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.
Dikutip dari laman Direktorat Jendral Pelayanan Kesehatan yankes.kemkes.go.id tanda dan gejala virus Nipah diawali dengan gejala flu atau setara gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Gejala Nipah, di antaranya demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, dan muntah. Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah bisa menyebabkan peradangan pada otak (ensefalitis).
Waktu penyebaran gejala ini muncul berkisar antara 4-14 hari. Bahkan dalam beberapa kasus ada yang sampai 45 hari.
Selain itu, gejala virus Nipah mirip dengan gejala ISPA. Namun, belum tentu saat anggota keluarga mengalami gejala ISPA, lantas buru-buru disimpulkan terkena Nipah. Hanya, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar
Apalagi, saat ini baru saja meninggalkan musim pancaroba yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Di musim kemarau, siang hari terasa panas dan malam terasa sangat dingin.
Perubahan suhu yang ini juga bisa menimbulkan sejumlah gejala gangguan kesehatan, terutama bisa kondisi tubuh kurang fit. Sejumlah gejala gangguan kesehatan di musim kemarau seperti flu, demam berdarah, diare dan juga ISPA.
Adapaun gejala ISPA, di antaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, demam, bersin-bersin, dan kelelahan.
Gejala ini sering muncul tiga hari setelah paparan dan bertahan antara 7-10 hari. Namun, pada beberapa oran gejala ini bisa bertahan hingga 3 minggu. (jpg/ria)






