Desa Mangunarga Rayakan Milangkala ke-40 dengan Kasih Sayang dan Pendidikan

oleh
Para tamu saat menyuapi anak yatim

RADARSUMEDANG.id, CIMANGGUNG – Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung merayakan milangkala yang ke-40 sekaligus Bulan Bhakti Karang Taruna Desa Mangunarga yang diisi dengan santunan anak-anak yatim dan jompo, serta peresmian perpustakaan desa yang dipusatkan di taman wisata Desa Mangunarga, Jum’at (22/9).

Kegiatan dihadiri Kadis Arsip dan Perpustakaan Sumedang Hari Tri Santosa, Staf ahli Bupati Dikdik Syeh Rizki, Tokoh Masyarakat Mangunarga H. Pengpeng, Forkopimcam Cimanggung, Apdesi Cimanggun, kepala SDN Santaka, Ketua TP PKK, dan beberapa pengusaha.

Kepala Desa Mangunarga H. Pepen mengatakan, Desa Mangunarga berdiri sejak tahun 1983 dan sampai sekarang tetap eksis, berjalannya waktu yang cukup panjang membuat Mangunarga menjadi Desa yang berkembang, maju, dan mandiri. 

“Berkat dukungan dorongan seluruh elemen masyarakat, desa mangunarga menjadi yang terdepan dan bisa bersaing dengan desa-desa lain,” ujarnya. 

Bahkan, kata kades, pihaknya terus menggenjot berbagai potensi yang ada di Desa Mangunarga salah satunya pengembangan taman wisata desa yang berada di kaki gunung geulis. 

Kades Mangunarga saat mengerahkan potongan bolu kepada tokoh masyarakat mangunarga H. Pengpeng

“Momentum perayaan 40 tahun berdirinya Desa Mangunarga, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan dan sesama masih terus berkembang dan mekar di tengah-tengah masyarakat, sebanyak 50 anak yatim dan 30 jompo dapat kami perhatikan di hari bersejarah ini,” tambahnya. 

Menurutnya, sebelum acara santunan yang diisi dengan penampilan badut necis terlebih dahulu dilaksanakan peresmian perpustakaan.

“Terimakasih Dinas Arsip dan Perpustakaan Sumedang, perpustakaan ini adalah warisan berharga untuk generasi mendatang. Kami berharap ini akan menjadi tempat di mana ilmu dan pengetahuan diperoleh dan dihargai,” tandasnya. 

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Mangunarga, Budi Permana mengatakan,  karang taruna Desa Mangunarga yang juga menjadi bagian Karang Taruna Indonesia  melaksanakan bukan bakti.

“Bulan bakti ini bisa menjadi percontohan bagi Karang Taruna di desa lainnya. Dalam mensyukuri nikmat di milangkala Desa serta bulan bakti sebagai potensi kesejahteraan sosial dan lembaga kemasyarakatan desa diarahkan untuk terus  membantu masyarakat. Kami berkegiatan sosial mengajarkan untuk senantiasa berdampingan dengan desa membantu program-program desa,” ucapnya. 

Menurutnya, cara tersebut menjadi wujud kepedulian dan kasih sayang komunitas sosial terhadap mereka yang membutuhkan. Bukan hanya sekedar bantuan materi, tetapi juga waktu yang berharga dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak yatim dan para lansia.

 “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk selalu hadir bagi sesama dan mempererat tali persaudaraan di Desa Mangunarga. Kami ingin anak-anak yatim dan jompo merasa dicintai dan dihargai,” tambahnya. 

Selain santunan, kata ia, hari yang sama juga menjadi momen bersejarah dengan peresmian perpustakaan desa yang baru. 

“Perpustakaan ini dilengkapi dengan berbagai buku dan sumber daya pendidikan yang akan menjadi pusat pembelajaran bagi warga Desa Mangunarga, terutama anak-anak,” tandasnya. 

Sementara itu, tokoh masyarakat Mangunarga H. Pengpeng mengapresiasi kegiatan yang digagas Pemdes serta Karang Taruna dalam rangka milangkala ke-40.

“Saya merasa bangga menjadi warga Mangunarga, karena begitu perhatiannya aparat pemerintahan terhadap anak yatim dan jompo,” ujarnya. 

Pengpeng mengaku, masa-kemasa desa mangunarga mengalami perkembangan yang cukup pesat, terlebih adanya beberapa perusahaan yang merubah mata pencaharian warga. 

“Saya apresiasi kepemimpinan Pak Kades Pepen yang telah mampu menjadikan mangunarga menjadi wilayah yang maju berkembang dengan mengoptimalkan  potensi yang dimiliki,” tandasnya. (tha)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.