RADARSUMEDANG.id, KOTA – Ratusan warga menyerbu operasi pasar murah (OPM) yang digelar di Alun-alun Kecamatan Sumedang Utara (Tegalkalong), Rabu (11/10). Warga rela antre demi mendapatkan bahan pokok penting (Bapokting) dengan harga lebih murah dibanding di pasaran.
Di OPM tersebut, 1 kantong berisi beras kualitas medium dijual seharga Rp 49.500 per 5 kilogram. Salah seorang warga, Wulan mengaku beras yang dijual di operasi pasar murah terbatas ini dinilai lebih murah, jika dibanding harga di pasar yang tembus di angka Rp 14.000 per kilogram.
“Kalau di pasar sekarang harganya ada yang Rp 14.000 ada juga yang Rp 15.000 per kilogram, kalau di sini lumayan harganya murah,” kata Wulan.
Selain beras medium, operasi pasar terbatas juga menyediakan komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga di pasar. Seperti minyak kemasan Rp 14.000 per liter, telur ayam Rp 25.000 per kilogram, gas LPG 3 Kg Rp 19.000, gula pasir Rp 15.000 per kilogram, terigu Rp 11.500 per kilogram dan juga komoditas sayuran.
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman menyebutkan, OPM terbatas yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumedang dengan Bulog, dilakukan lantaran masih tingginya harga beras di pasar saat dilakukan Infeksi Mendadak (Sidak) pada Selasa (10/11). Dikatakan, bahwa sejauh ini sejumlah harga kebutuhan (Bapokting) di pasar sedang mengalami kenaikan harga terutama beras.
“Ada beberapa komoditas terutama bapokting yang mengalami kenaikan namun ada juga yang stabil bahkan ada juga yang turun. Misalnya telor dan ayam broiler relatif stabil,” kata Herman.
Namun untuk harga beras kualitas medium yang biasa dikonsumsi masyarakat dari pasar, mengalami peningkatan harga diatas 15 persen dan hampir tembus 20 persen.
“Maka dari itu kami berkoordinasi dengan Forkopimda melakukan operasi pasar terbatas,” ucapnya.
OPM terbatas rencananya akan terus digelar hingga harga-harga komoditas kebutuhan pokok masyarakat kembali stabil.
“Nanti kami lihat eskalasi apabila menuju stabil tentu kita akan tarik operasi pasarnya. Tapi kalau ada peningkatan atau belum turun kita akan terus melakukan operasi pasar terbatas,” ujarnya. (gun)






