Ratusan Siswa Skanetra Deklarasikan Perang Terhadap Narkoba

oleh
Siswa Skanetra melakukan 'unjuk rasa' dan menyatakan perang terhadap narkoba dan bullying atau perundungan, Jumat (13/10).

RADARSUMEDANG.id, SITURAJA – Ratusan siswa SMK Negeri Situraja (Skanetra) melakukan deklarasi perang terhadap narkoba dan stop bullying atau perundungan. Deklarasi itu, dikemas dengan teatrikal aksi unjuk rasa di Lapangan SMK Negeri Situraja, Jumat (13/10).

Dalam aksinya, siswa menyuarakan bahwa narkoba adalah musuh utama bagi para pelajar. Karena merusak mental, mendegradasi moral dan lebih jauhnya bisa mengancam nyawa.

Dalam kesempatan itu siswa juga menyuarakan untuk menghukum mati bagi pengedar narkoba. Selanjutnya para siswa juga menyatakan sepakat untuk menghindari perundungan apalagi disertai kekerasan.

“Kami mengapresiasi para siswa yang mendeklarasikan perang terhadap narkoba dan perundungan. Agar para siswa paham bahaya dari narkoba dan perundangan,” ujar Kepala SMK Negeri Situraja, Saiful Juntan.

Ia mengatakan, para siswa berhak menyampaikan pendapat dan aspirasinya apalagi untuk menyuarakan hal yang positif.

Sementara itu, Wakasek Kurikulum Yanti Nur Fujiawati menyebutkan, deklarasi perang terhadap narkoba dan perundungan merupakan rangkaian dari implementasi kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang didalamnya terdapat kegiatan simulasi demonstrasi.

Adapun tujuan simulasi demonstrasi untuk memberikan edukasi tentang penyaluran suara secara langsung melalui demonstrasi. Diharapkan siswa mendapatkan pembelajaran menyampaikan pendapat dengan car yang baik, tidak menyatakan permusuhan, kebencian atau penghinaan dan tidak melibatkan benda-benda yang membahayakan.

“Menyampaikan pendapat adalah proses demokrasi, tapi ya harus dengan cara yang baik,” ucapnya.

Pada rangkaian kegiatan implementasi P5 ini, para siswa juga diajak membuat infografis dengan tema demokrasi.

“Banyak ragam untuk menyampaikannya suara salah satunya dengan infografis,” katanya.

Lebih jauhnya, kata dia, program P5 ini akan diimplementasikan pada pemilihan Ketua OSIS di sekolah. Diharapkan setelah memahami pentingnya demokrasi, outputnya bisa menghasilkan proses penyelenggaraan pada pemilihan ketua OSIS yang berjalan dengan proses demokrasi yang baik. (gun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.