RADARSUMEDANG.id, KOTA — Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersilaturahmi dan menjajaki kerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Pemda Kabupaten yang dipimpin oleh Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman ini diterima oleh Deputi II Bidang Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi BPIP Kemas Akhmad Tajuddin dan Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi di Hotel Mercury, Jakarta, Rabu (18/10).
Menurut Herman, pertemuan tersebut terkait dengan pengembangan Desa Pancasila di Sumedang. Rencananya Kabupaten Sumedang bakal ditunjuk menjadi pilot project nasional.
Kata dia, Sumedang sudah punya cikal bakal desa Pancasila melalui program gotong royong membangun desa kerjasama Pemda Sumedang dengan 48 perguruan tinggi.
“Kami sudah punya cikal bakalnya kerjasama dengan 48 perguruan tinggi yang dibangun secara gotong royong dan saat ini sedang berjalan. Ke depan sinergi dengan BPIP dan akan didorong menjadi desa Pancasila,” kata Herman dalam keterangan persnya.
Dijelaskan, desa Pancasila ini merupakan perwujudan gotong royong membangun desa tujuannya masyarakat sejahtera dan bahagia ditandai dengan IPM naik, stunting dan kemiskinan menurun.
“Mohon doa sinergi Pemda Sumedang dengan BPIP. Harus melesat dan pemantiknya Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Sementara Deputi II BPIP Kemas Akhmad Tajuddin merespon positif gagasan yang telah dibuat Sumedang.
Menurutnya, hal ini akan berdampak terhadap kemajuan daerah yang pada akhirnya turut berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.
“Jika gagasan ini bisa diwujudkan maka desa-desa akan maju dan akan berdampak terhadap kabupaten dan provinsi lebih jauhnya Indonesia maju,” terang Kemas.
Dirinya berharap gagasan yang dibuat oleh Sumedang bisa menjadi pilot project untuk seluruh Indonesia.
“Saya berkeyakinan, kesejahteraan bukan fatamorgana tapi bisa kita wujudkan. Dengan demikian tidak lagi slogan, tetapi Pancasila bisa betul betul menyejahterakan Indonesia,” jelas Kemas. (jim)







