Harga Kedelai Meroket Tembus Rp 13 Ribu Per Kilogram

oleh
Karyawan salah satu gudang distributor kacang kedelai di Sumedang sedang mengangkut karung berisi kacang kedelai. Kacang kedelai saat ini harganya naik menjadi Rp 13.000 per kilogram.

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Harga kedelai impor di Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan secara signifikan. Akibatnya distributor tahu mengalami penurunan omset hingga 40 persen.

Salah satu distributor kacang kedelai di Sumedang, PT. Alam Sari Kedelai Argo mengatakan, kacang kedelai saat ini dijual seharga Rp 13.000 per kilogram. Padahal normalnya dijual seharga Rp 10.000 per kilogram.

“Harga kedelai impor sudah naik sejak Agustus. Buat perajin tahu tempe memang berat dengan kenaikan ini, walaupun naiknya itu secara bertahap,” kata Owner PT Alam Sari Kedelai Argo, Fajrah Sutrapraja.

Fajrah menyebutkan, sejumlah faktor menjadi penyebab naiknya harga kedelai impor, diantaranya gagal panen. Meski demikian ia mengatakan stok kedelai saat ini masih aman.

“Kenaikan harga kedelai kayanya dari gagal panen produk impor, juga ditambah kebutuhannya juga lumayan besar jadi akhirnya harga kedelai naik signifikan,” ucapnya.

Tingginya harga kedelai, kata Fajrah, berimbas pada turunnya omset yang mencapai 40 persen. Hal tersebut diakibatkan berkurangnya jumlah pesanan dari konsumen yang merupakan perajin tahu dan tempe di Sumedang.

“Iya otomatis konsumen juga berkurang, karena penjualan sekarang itu agak turun. Penurunan sekarang itu 30 sampai 40 persen, karena perajin banyak yang mengurangi jumlah pembeliannya,” katanya.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga kedelai agar tidak ada perajin tahu dan tempe yang dirugikan, khususnya produsen makanan berbahan dasar kedelai.

“Harapan saya pemerintah bisa membantu untuk menurunkan harga kedelai dengan cara impor, atau membantu para petani-petani di Indonesia agar bisa menanam kedelai yang lebih baik lagi,” imbuhnya. (gun)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.