RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Presiden Laskar Santri AMIN Nasional, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) mengajak seluruh santri untuk aktif terlibat dalam mengkampanyekan dan memenangkan AMIN melalui kegiatan sosial di masyarakat seperti mengkonsolidasi jejaring keagamaan dari Majelis Ta’lim, Musholla, DKM, Pondok Pesantren, dan komunitas alumni Ponpes di seluruh Jawa Barat.
“Bagi santri, konsep perubahan yang diusung Anies-Muhaimin adalah implementasi dari konsep Al-Muhafadhotu ala Qodimis Sholih wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah, menggabungkan tradisi baik dengan inovasi baru,” ujar cucu pendiri NU KH Bisri Sansuri saat kegiatan Rapat Koordinasi dan Pembentukan Laskar Santri AMIN di RM Cibingbin, Provinsi Jawa Barat.
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Jawa Timur itu mengaku, transformasi dari intoleransi menjadi toleransi, dan dari sempit menjadi luas, menjadi fokus untuk menciptakan kehidupan yang lebih adil, sejahtera, dan makmur untuk semua warga negara.
“Pentingnya keadilan, sejahtera, dan kemakmuran bagi semua, dengan menjunjung tinggi akhlaqul karimah dalam setiap langkah perjuangan,” tambahnya.
Ia pun memberikan ucapan selamat berjuang kepada jajaran pengurus Laskar Santri AMIN Jawa Barat, yang dipimpin oleh Abdul Latif, alumni Pondok Pesantren Al Majidiyah Nyalindung Sukasari Sumedang, dibantu oleh Muhammad Amin dan Asep Mu’min Hakim sebagai Sekretaris dan Bendahara.
Sementara itu, Pembina Laskar Santri AMIN Nasional, Kh Maman Imanul Haq, memberikan pesan penting kepada para santri untuk mengawal seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) mulai dari proses kampanye hingga penghitungan suara.
“Langkah tersebut sebagai upaya mencegah potensi kecurangan dan ancaman yang dapat merugikan proses demokrasi,” tambahnya.
KH Maman juga mengajak santri untuk memperlihatkan semangat juang dan kesadaran akan tanggung jawab dalam menjalankan peran mereka sebagai penjaga keadilan demokrasi. Beliau meyakini bahwa partisipasi aktif para santri dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga integritas dan transparansi dalam setiap tahapan pemilihan.
“Santri harus menjadi garda terdepan dalam memastikan proses demokrasi berlangsung dengan adil dan bersih. Mereka memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keberlanjutan sistem demokrasi di negara ini,” tambahnya.
Menurutnya, pesan yang disampikan mencerminkan harapan bahwa semangat juang dan kesadaran akan tanggung jawab yang dimiliki oleh santri dapat menjadi pilar kuat dalam menjaga keadilan dan kebenaran, sehingga proses demokrasi dapat berjalan dengan baik dan mencerminkan aspirasi masyarakat.
“Dengan adanya ajakan ini, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam melindungi dan memperkuat nilai-nilai demokrasi di Indonesia,” tandasnya. (tha)






