RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengajak kepada para tenaga pendidik tidak hanya sekadar mengarahkan peserta didik, namun lebih dari itu guru harus bisa menggerakkan peserta didik supaya indeks literasi dapat meningkat.
Karenanya tenaga pendidik dituntut harus menjadi transformers alias mengubah keadaan hari ini ke masa depan menuju Indonesia emas.
Pernyataannya bukan tanpa dasar, lantaran berdasarkan data terkait dengan pendidikan di Kabupaten Sumedang, ada yang harus diubah secepatnya yaitu berkaitan dengan indeks numerasi untuk SD dan SMP yang baru mencapai 70,75. Sedangkan indeks literasi sangat memprihatinkan yakni untuk SD sebesar 53 dan SMP 48.
“Ini merupakan masalah yang prinsip, kalau literasinya rendah. Maka jangan pernah berharap anak-anak ke depan menjadi pemimpin hebat di masa depan. Untuk menjadi pemimpin hebat di kancah lokal, regional, nasional dan global maka literasinya harus tinggi, dan ini menjadi pekerjaan rumah saat ini,” kata Herman di PPS, Kamis (30/11).
Adapun untuk mengatasi semua persoalan itu maka tugas pemerintah dan insan pendidikan harus bisa mengubah apa yang menjadi pekerjaan rumah tersebut.
“Harus bisa mengubah semuanya, itulah transformasi. Untuk itu harus kerja lebih keras lagi, lebih cerdas, dan lebih ikhlas. Harapan tahun 2024 indeks literasi harus di atas 60, dan saya yakin itu sangat bisa karena kuncinya ada pada kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Dian Sukmara mengakui bahwa indeks literasi di Sumedang masih sangat rendah.
Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah terobosan untuk mendukung penguatan literasi melalui indeks kinerja utama (IKU) Dinas Pendidikan. Selain literasi ada juga indeks numerasi dan penguatan karakter peserta didik.
“Pak Pj Bupati bilang bahwa kata kunci kemajuan suatu bangsa adalah literasi. Sedangkan indeks literasi kita masih dibawah 60 sehingga kami akan membuat terobosan bagaimana literasi di kalangan para siswa bisa melampaui 60 sampai 70. Karena bagaimanapun ciri masyarakat yang maju syarat dasar yang dibutuhkan adalah literasi yang memadai,” katanya. (jim)







