RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Penanganan sementara dampak jebolnya Bendungan Cariang, Ujungjaya terus dilakukan lintas sektoral. Hingga saat ini upaya-upaya kecil masih dilakukan sejumlah pihak untuk mengairi areal persawahan di 5 desa sekitar Bendungan Cariang.
Bahkan pada saat dilakukan kegiatan pasang sangkur oleh Pj Bupati Herman Suryatman pada waktu itu. Lima kepala desa meminta kepada Pemda, Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat supaya dilakukan penanganan secara permanen.
Pasalnya kemarau panjang menyebabkan areal persawahan yang biasanya teraliri irigasi dari bendungan cariang gagal panen sehingga perlu dilakukan penanganan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang, Sajidin, pihaknya telah menerjunkan bantuan BBM bersubsidi untuk melakukan pompanisasi dari sungai Cipelang ke sejumlah daerah irigasi Ujungjaya. Kemudian dari daerah irigasi Ujungjaya ke areal persawahan.
“Ada bantuan mesin pompa, pertama yang 6 inci sebanyak satu unit dari kelompok tani (Poktan) Ujungjaya. Kemudian ditambah 4 inci dan 6 inci masing-masing dua unit dari brigade Alsintan,” kata Sajidin dalam keterangan persnya, Selasa (26/12).
Senada, Juru Pengairan Satuan Unit Pelayanan (SUP) Cimanukhulu – Cipanas, Yuda mengatakan selain upaya yang dilakukan Pemkab Sumedang melalui pembuatan tanggul dan sodetan sebagai solusi sementara untuk mengantisipasi gagal panen. Pihaknya juga petugas satker UPTD pengairan melakukan sistem ‘gilir giring’ atau pembagian air berdasarkan blok atau lokasi.
“Kami dari UPTD PSDA Cimanuk daerah irigasi Ujungjaya telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi jebolnya bendung Cariang, dengan melakukan koordinasi pihak-pihak terkait seperti desa, kecamatan dan kabupaten. Upaya yang telah kami lakukan yaitu penanggulangan darurat tanggul bendung Cariang. Yang mana kami melakukan gilir giling bersama ulu-ulu dan para petani supaya air termanfaatkan secara merata,” terang Yuda.
Sementara salah seorang Poktan Ujungjaya, H. Adung menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penanganan kekeringan di sekitar Bendung Cariang.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Sumedang yang telah memberikan bantuan mesin pompa serta BBM. Ini setidaknya para petani di Ujungjaya bisa kembali menanam dan menyelematkan padi yang telah lama gagal panen. Air juga sudah kami terima melalui pompanisasi, dan saya berharap persoalan Bendung Cariang bisa segera diselesaikan,” ucapnya.
Sebagai informasi, Bendungan Cariang mengalami jebol sejak Februari 2021 lalu kontruksi bendungan cariang roboh akibat curah hujan yang tinggi di hulu sungai sehingga debit airĀ di sungai Cipelang tinggi. Hal ini berdampak signifikan dan menganggu pengairan sawah ke enam desa.
Padahal berdasarkan data yang diambil dari beberapa sumber, dengan dua kali panen dalam satu tahun dihasilkan 5 ton gabah kering giling (GKG) per hektar atau 16.030 GKG per tahun senilai hampir Rp 80 miliar lebih. Bahkan hampir 80 persen wilayah terdampak di Ujungjaya menjadi pemasok ketersediaan pangan di Jawa Barat. (jim/net)





