RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Sebuah inovasi yang dapat membantu mendeteksi penyakit jantung secara dini telah dihasilkan oleh tim peneliti Universitas Padjadjaran. Alat yang diberi nama Portable Smart Cardio Hotler Recorder ini, dikembangkan untuk memudahkan masyarakat umum dalam pencegahan penyakit jantung.
Dosen Fakultas MIPA Unpad, Arjon Turnip menjelaskan bahwa penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kematian akibat penyakit jantung. Khususnya, masyarakat pedesaan yang terbatas akses ke fasilitas kesehatan dan spesialis jantung diharapkan dapat mendapatkan bantuan melalui penggunaan alat ini.
“Kita mencoba membuat alat untuk mendeteksi supaya alat itu bisa dipakai 24 jam dan yang kedua adalah dokter jantung biasanya jarang ada, hanya ada di kota, bagaimana supaya masyarakat yang kebanyakan ada di pedesaan itu bisa menikmati kesempatan untuk memeriksakan kesehatan,” ujar Arjon melalui siaran pers yang diterima Radar Sumedang.
Penelitian ini telah dilakukan sejak tahun 2015 oleh Arjon bersama sejumlah dosen dan mahasiswa Teknik Elektro FMIPA Unpad, tim peneliti FK, dan industri terkait.
“Alat ini, yang disebut memiliki dua versi, dapat terhubung dengan internet untuk mengirim data langsung ke cloud system, atau menggunakan kartu memori untuk menyimpan data ketika akses internet sulit dijumpai,” katanya.
Selain bersifat nirkabel dan berbasis AI serta IoT, alat ini berukuran kecil dan dapat disimpan di saku, membedakannya dari alat EKG biasa di rumah sakit. Informasi yang disajikan juga berupa angka yang mudah dibaca oleh masyarakat umum.
“Alat ini dapat memberikan petunjuk awal kepada masyarakat Indonesia terkait kesehatan jantung mereka, terutama di fasilitas kesehatan yang tidak memiliki dokter spesialis jantung. Dengan harga di bawah Rp 4 juta,” katanya.
Arjon optimistis bahwa alat ini dapat memudahkan monitoring kesehatan jantung dan mengurangi risiko kematian mendadak akibat penyakit jantung.
“Alat ini sudah diujikan pada sejumlah pasien penyakit jantung, dan Arjon berencana untuk terus mengembangkannya dengan fitur yang lebih lengkap sesuai kebutuhan industri atau pasar, serta berharap dapat diproduksi secara massal untuk kepentingan kesehatan masyarakat,” tandasnya. (tha)






