Dony Ahmad Munir Berpotensi Besar Rebut Kursi Bupati Sumedang 2024

oleh
Pengamat sekaligus Direktur Komite Nasional Pengawas Kebijakan Publik (KNPKP) Toni Liman.

RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Pengamat sekaligus Direktur Komite Nasional Pengawas Kebijakan Publik (KNPKP) Toni Liman mengatakan, mantan bupati Sumedang periode 2018-2023 Dony Ahmad Munir masih berpeluang besar dalam mengikuti kontestasi Pilkada 2024 untuk menduduki kursi Calon Bupati.

Menurut Liman (sapaan akrabnya), sosok Dony memiliki elektabilitas yang terbilang tinggi. Mengingat sudah muncul angka di atas 70% berdasarkan hasil sejumlah survey.

Kendati pada hasil pileg tahun ini PPP di Sumedang tidak mendapatkan sepuluh kursi, (yang dalam aturannya tidak bisa mengusung sendiri melalui partainya). Hal itu tidak menyurutkan niat Dony untuk kembali di kontestasi Pilkada serentak atau Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024.

“Kita ketahui bahwa suara pileg dan pilbup nyaris berbeda, yang mana suara pileg tidak selinier suara pilkada. Selain itu, sejumlah faktor juga masih menentukan sehingga Dony masih diklaim kuat bisa menjadi pemenang,  bahwa beberapa faktor tersebut meliputi elektabilitas serta ketokohan agamis yang melekat pada Dony itu sendiri,” kata Toni Liman saat ditemui Radar Sumedang di kantornya, Sabtu (2/3/2024). 

Liman juga memprediksi akan ada optimisme dari sosok Dony Ahmad Munir dengan dua pertimbangan.

Pertama, masih kuatnya hubungan salah satu koalisi yang mengusungnya dulu yakni PAN yang terus dijalin baik hubungannya. Kendati satu partai besar lainnya yakni PKB masih gamang antara kepada mantan Wakil Bupati Erwan Setiawan atau tetap mengusung Dony.

Yang pasti, sepertinya dorongan atau keinginan masyarakat secara kuat yang ada di Kabupaten Sumedang karena melihat hasil pembangunan di kepemimpinannya seorang Dony kemarin. Yang mana Dony secara intens juga masih terus bergerak ke masyarakat hingga kini mengontrol beberapa pembangunan yang tersisa. 

“PPP mendapatkan total tujuh kursi (hasil sementara di KPU) di seluruh dapil Kabupaten Sumedang, meski jauh dengan yang diperoleh oleh Golkar yang mendapatkan hingga 10 kursi  (hitungan sementara)  di pileg 2024. Akan tetapi ini sesuatu yang berbeda dengan Pilkada karena sekali lagi, saya berpikir bahwa suara pileg tidak selalu linier dengan pilkada. Satu kursi tersebut tidak  mempengaruhi elektabilitas sosok, pun demikian dengan kepartaian”, ujarnya. 

Selain itu sebagaimana diketahui, prediksi terkait rivalnya yaitu H. Erwan Setiawan yang notabene akan menguasai legislatif melalui jalur menjadi ketua DPRD Kabupaten Sumedang periode 2024-2029 atau hasil perolehan pileg 2024 ini secara kepartaian. 

“Psikologis politiknya,  pasti Golkar juga akan mengejar raihan sukses lain setelah menguasai legislatifnya yaitu, yang di eksekutif kursi bupati atau Sumedang satu,” sebut Liman.

Disisi lain, posisi Erwan sendiri juga merupakan kader Golkar yang mampu menyelesaikan tugasnya sebagai kader yakni mampu menjadi pemenang pileg edisi sekarang 2024 di Kabupaten Sumedang. Mengingat Erwan merupakan Ketua TKD Prabowo-Gibran.

“Hitungan saya ada beberapa hal yang bisa menyebabkan peluang Erwan menang atau merebut tahta Sumedang satu. Diantaranya, pertama jika cabup dan cawabup head to head alias cuma dua pasang calon yang akan bertarung. Erwan ada peluang menang, ini bisa mengambil dan memanfaatkan semangat kebersamaannya ketika koalisi mengusung capres kemarin,” ungkap Liman.

Belum lagi, faktor partai pengusung dan pendukungnya sangat berpengaruh, meski sudah bisa mengusung tanpa koalisi. 

Hal ini bisa berbahaya, jika tidak bisa mengajak atau membawa beberapa partai pengusung ke perahu besar koalisi dengan Golkar. Sebab potensinya bisa menambah paslon jadi lebih dari dua atau berbalik ikut ke perahu Dony. 

Bahkan ibarat permainan, ekstrimnya Erwan bisa menang sebelum bertanding dengan cara yaitu memborong seluruh kendaraan partai kecuali PPP. 

“Sepertinya akan selesai, namun kalo itu dilakukan kiranya agak kurang menarik. Jadi enggak ada tantangannya ya,” tukasnya.

Lebih dari itu, Liman juga memperhitungkan faktor calon wakil bupati yang potensial untuk mendukung dalam mendulang suara. 

Pasalnya jika melihat survey, sosok Irwansyah dari PDIP urutan pertama apabila menjadi cawabup dengan simulasi dipasangkan siapa saja. Begitu pun dengan Ineu Purwadewi Sundari yang merupakan sosok srikandi PDIP di Sumedang juga. Termasuk ada beberapa nama yang patut diperhitungkan baik ketua partai maupun kader yang non ketua partai. 

“Pada prinsipnya cawabup yang baik yang dapat mempengaruhi secara signifikan perolehan suara. Taro lah misalkan di Golkar ada mantan birokrat Pak Eem yang muncul digadang-gadang bisa menjadi pasangan Erwan. Selain lumayan agamis, Pak Eem rencana akan mengusung suara dari para mantan guru atau pendidik,” pungkas Liman.

Kemudian ada Taufiq Gunawansyah, meski kader Golkar dirinya melihat sosok politikus senior satu ini masih sangat berpengaruh di akar rumput. Hal itu bisa dibuktikan dengan suksesnya sang istri di pileg dengan raihan suara cukup besar. 

Menurut hemat saya, sosok yang akrab dipanggil TG itu, harus bisa dipegang sama Erwan. Karena kalau tidak dipegang ibaratnya buntut dan badannya, bisa jadi seperti Valentino Rossi pembalap gaek yang sangat berbahaya di tikungan akhir, ‘tiba-tiba loncat berpasangan dengan Dony’. Hal tersebut bisa saja membelah suara yang ada di Golkar nanti, meskipun dalam politik sah-sah saja itu bisa terjadi,” katanya. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.