RADARSUMEDANG.id, KOTA–Kepala Subkor Pencegahan dan pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular (P2MPTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, H Aan Sugandi mengatakan, penyakit tidak menular DBD masih harus diwaspadai.
Pasalnya dengan kondisi cuaca di wilayah Sumedang yang setiap harinya diguyur hujan berpotensi menjadi sarang-sarang nyamuk khususnya nyamuk Aedes aegypti.
Oleh sebab itu warga masyarakat diminta berperan aktif untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri dengan langkah-langkah antisipatif termasuk upaya fogging.
Kendati demikian disampaikan Aan Sugandi, hampir setiap wilayah yang melaporkan kasus DBD melalui aparatur ataupun secara langsung dari masyarakat selalu meminta fogging.
“Akan tetapi kalau sekedar fogging merupakan upaya yang mubazir karena hari ini fogging besok nyamuk-nyamuk lainnya sudah bisa bertebaran lagi. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa yang sudah sanggup terbang, sedangkan telur atau jentiknya tidak akan hilang,” ujarnya.
Disisi lain, per tahun 2024 mengingat keterbatasan anggaran. Dinkes lanjutnya, tidak bisa mengeluarkan biaya untuk fogging fokus atau fogging yang dibiayai pemerintah.
Yang mana, ketika terjadi kematian walaupun yang dinyatakan DBD maka harus fogging fokus dengan radius 100 meter dari tempat kejadian.
“Baik solar, bensin dan operasional mulanya dianggarkan Dinkes. Akan tetapi tahun ini tidak ada sehingga terakhir dari Jatinunggal dan Sumedang utara yang mengajukan fogging kami arahkan ke fogging swadaya,” ucapnya.
“Kemudian untuk fogging swadaya fogging yang dilakukan oleh masyarakat secara swadaya dengan menyediakan alat dan obat yang disediakan oleh Dinkes. Adapun untuk operasional, tenaga ahli solar dan operasional sehingga semuanya saling memahami,” tambahnya.
Lebih dari itu dikatakan Aan, diharapkan masyarakat kembali menggiatkan gerakan Jumat Bersih (Jumsih). Terlebih dengan kegiatan jumsih dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan DBD dapat dicegah.
“Saat datangnya musim hujan saat ini memang menjadi potensi adanya kasus DBD, namun demikian bila lingkungan tetap dijaga kebersihannya maka DBD pun dapat dicegah. Yang terpenting adalah jangan biarkan media yang berpotensi untuk berkembangnya nyamuk seperti genangan air,” jelas Aan. (jim)





