Wapres Hingga Mendagri Ucapkan Selamat Dies Natalis IPDN ke-68, Berharap Lahir Pelayan Masyarakat Handal

oleh

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menggelar puncak Dies Natalis ke-68 diaula Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor yang diisi orasi ilmiah tema “Pengembangan Kompetensi Kader Pemerintahan di Era Digitalisasi Guna Memperkuat Daya Saing serta Memantapkan Persatuan dan Kesatuan”, Senin (18/3).

Wakil Presiden RI Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin memberikan ucapan selamat Dies Natalis IPDN ke-68 dengan harapan dapat terus menjadi institusi tumpuan yang melahirkan pelayan masyarakat yang handal dan berintegritas.

“Hal ini dikarenakan dunia berubah dengan sangat cepat sehingga tantangan yang dihadapi pun sangat besar. Untuk itulah kepandaian beradaptasi dan berinovasi sangat dibutuhkan untuk bertahan dan terus maju,” ujar Wapres melalui tayangan video yang disaksikan seluruh peserta serta praja.

Wapres mengingatkan, meski perubahan zaman tidak bisa dihindari, tapi praja IPDN harus tetap memegang erat karakter dan jati diri sebagai Bangsa Indonesia karena hal prinsip itulah yang akan menentukan keberlangsungan NKRI.

Selaras dengan yang disampaikan oleh Wakil Presiden, pada saat bersamaan Mendagri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D yang diwakilkan oleh Inspektur Jenderal Kemendagri, Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir, M.Si berharap IPDN dapat terus memantapkan diri menjadi lembaga pendidikan kedinasan yang berperan sebagai Think Tank Center of Excellent dalam bidang pemerintahan.

Tito mengatakan bahwa momentum ini menjadi momen untuk berkontemplasi, evaluasi dan merencanakan langkah-langkah strategis kedepan guna memastikan diri sebagai lembaga pendidikan yang inovatif dan berdaya saing.
Tito yakin praja IPDN dapat menjadi aktor pelaku dalam percaturan global.

“Yang terpenting adalah praja IPDN harus mampu meningkatkan kompetensi dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi komunikasi, karena sekarang seluruh sektor kehidupan menerapkan digitalisasi, termasuk didalamnya dalam sektor pemerintahan”, ujar Tito.

Sebagai calon aparatur sipil negara yang kompeten, praja IPDN diharapkan mampu membangun jembatan antara berbagai kelompok dan lapisan masyarakat.

“Sampai saat ini, saya yakin praja IPDN dapat mengedepankan dialog, toleransi dan kerjasama sebagai landasan dalam menjalankan tugasnya terutama sebagai jembatan antara berbagai kelompok dan lapisan masyarakat,” tutur Tito.

Apresiasi tinggi juga kembali diberikan Mendagri atas kepemimpinan Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo, M.M. Di Bawah kepemimpinannya IPDN konsisten untuk terus berbenah menuju arah world class university.

“Saya harap langkah-langkah pembaharuan yang telah dilaksanakan oleh IPDN dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan dapat berperan sebagai Agent of Change dalam melakukan pembaharuan tata kelola pemerintahan yang baik dan percepatan pelayanan publik di tempat tugas masing-masing,” tuturnya.

Tito pun terus mengingatkan praja untuk bersungguh-sungguh dan berkomitmen untuk menjadi ASN yang berintegritas, bertanggung jawab dan siap memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M menegaskan kepada seluruh kader pemerintahan untuk selalu siap dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Hal ini selaras dengan fenomena bahwa transformasi pemerintahan digital terus berkembang.

Menurutnya, transformasi pemerintahan digital merupakan tuntutan perkembangan global yang mengharuskan seluruh pemerintahan negara di dunia untuk dapat menyesuaikan diri dan mengadopsi sistem baru yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

“Fakta inilah yang membuat kita, harus mempersiap diri dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang berubah sangat cepat dan radikal, khususnya dalam menghadapi dinamika pemerintahan dan pelayanan publik di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” ujar Hadi pada saat memberikan orasi ilmiah.

Menghadapi itu semua, Hadi menjelaskan perlunya dibentuk suatu kelembagaan pemerintahan digital berikut SDM yang kompeten untuk menghadapi perkembangan yang terjadi. Selain itu, pemerintahpun perlu membangun pusat-pusat keahlian serta menyusun grand design transformasi pemerintahan digital nasional serta mempersiapkan dukungan anggaran untuk itu.

“Diera gempuran teknologi ini, diperlukan kader pemerintahan yang handal dan adaptif serta dapat memberikan implikasi terhadap cara bekerja yang cepat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, kompetensi tersebut diperlukan seluruh kader pemerintahan untuk menghadapi tantangan di era digital. Selain itu diperlukan pula beberapa strategi peningkatan peran kader pemerintahan dalam era digital, diantaranya transformasi infrastruktur digital, transformasi pemerataan ASN, transformasi integrasi aplikasi, transformasi kepemimpinan digital dan transformasi pengembangan kolaborasi.

Pada kesempatan ini pula, Walikota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara secara simbolis memberikan hibah berupa 1 unit kendaraan operasional pendidikan bagi praja IPDN.

Selain pemberian hibah, acara puncak Dies Natalis IPDN tahun ini juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada purna bhakti, dosen, pegawai dan pengasuh teladan serta penyerahan tali asih kepada pegawai dan karyawan juga penyerahan hadiah pada pemenang lomba.

PJ Bupati Maybrat Papua Barat Dr. Bernhard Eduard Rondonuwu, S.Sos, M.Si. hadir dalam acara puncak Dies Natalis IPDN ke -68. Dalam kesempatan tersebut PJ Bupati Maybrat bertemu dengan Para Jurnalis Pokja IPDN, menyempatkan diri berbincang bincang penuh dengan keakraban, sedikit mengenang ketika masih di IPDN.

“Ini adalah suatu kebahagiaan bagi saya bisa menghadiri acara Dies Natalis IPDN yang ke-68 dengan penuh sukacita,” ujarnya.

Bernhard mengucapkan selamat Dies Natalis IPDN yang selama ini telah membesarkannya hingga bisa seperti ini.

“Rasa syukur saya ucapkan. Bagi para junior seperjuangan tetap semangat dalam belajar, banyak berinovasi buatlah IPDN bangga, jadilah Praja-praja yang berprestasi dan mengharumkan nama baik bangsa,” tambahnya.

Menurutnya, diusia yang ke-68 tahun, semua harus bisa menunjukan hasil pendidikan selama belajar di IPDN, buatlah bangga dan menjaga nama nama baik IPDN demi Bangsa dan Negara. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.