“Untuk Pemda, berdasarkan data pada Senin, 25 Maret 2024 per 10.45 WIB telah ada 12 pemda yang menyalurkan THR-nya, yaitu sebesar Rp 322 miliar,” kata Luky Alfirman dalam konferensi pers APBN Kita edisi Maret di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, ditulis Selasa (26/3).
Luky memastikan paling lambat hari ini, Selasa (26/3), Treasury Deposit Facility (TDF) yang merupakan fasilitas yang disediakan oleh Bendahara Umum Negara bagi Pemda untuk menyimpan uang di BUN sebagai bentuk penyaluran TKD nontunai.
Untuk diketahui, komponen THR bagi para aparatur sipil negara di daerah sama dengan ASN di tingkat pusat. Terdiri dari gaji pokok, tunjangan jabatan/umum, tunjangan yang melekat pada gaji pokok seperti tunjangan keluarga dan tunjangan pangan, 100 persen tunjangan kinerja atau nama lain diĀ ASN Daerah, serta 100 persen tunjangan profesi guru dan dosen, tunjangan kehormatan profesor, atau tambahan penghasilan guru.
Adapun mereka yang akan menerima THR terdiri dari ASN daerah, meliputi PNS dan PPPK. Lalu guru yang memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) ASN daerah, serta guru yang menerima tambahan penghasilan atau tamsil guru ASN daerah.
Di sisi lain, sebanyak 625.112 pegawai ASN di pusat dan TNI/Polri di 4.722 satuan kerja (satker) telah menerima THR per 24 Maret 2024 dengan total APBN yang dikucurkan sebesar Rp 3,2 triliun.
Angka itu baru sebagian kecil dari total pagu anggaran yang disiapkan sebesar Rp 18 triliun. Kemudian, pensiunan dipastikan telah menerima THR dengan sebanyak 3,07 juta pensiunan PNS yang telah dibayarkan PT Taspen sebesar Rp 9,98 triliun.
Kemudian, sebanyak 57,4 ribu pensiunan TNI/Polri yang telah mendapat THR dan dibayarkan oleh PT Asabri dengan total anggaran mencapai Rp 10,2 Triliun dari pagu sebesar Rp 11,7 triliun.(jpc)






