Peringatan Nuzulul Qur’an di Yayasan Al-Ma’soem Bandung, Semangat Berbagi dan Mendalami Al-Qur’an

oleh
Pemberian penghargaan keada para penghafal Al-Qur'an

RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an 1445 H, Yayasan Al-Ma’soem Bandung kembali menggelar kegiatan Haflah Hifdzil Qur’an yang diselenggarakan di kampus Al-Ma’soem di Jalan Raya Bandung Garut, Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Kegiatan peringatan ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk buka puasa bersama, taraweh berjama’ah, tausiah serta
memberikan penghargaan kepada siswa yang menghafal Alquran sebanyak 5 juz, 10 juz, 15 juz, 20 juz dan 30 juz.

Pimpinan Yayasan Al-Ma’soem, DR. IR. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, M.S., mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rutin Yayasan dalam memperingati hari besar Islam.

“Alhamdulillah, Yayasan Al-Ma’soem dan PT Al-Masoem atau Masoem Grup selalu merayakan hari besar Islam. Berbeda dengan perayaan hari besar islam lainnya karena peringatan Nuzulul Qur’an digelar pada malam hari, menjelang malam 10 terakhir Ramadhan saat itu kita intens dalam ibadah intikaf,” ujarnya.

Ia menambahkan, pentingnya shalat berjama’ah, terutama shalat Isya dan Subuh, yang memiliki keutamaan sama dengan shalat semalam suntuk.

“Belajar dari turunnya Al-Qur’an pada malam hari, kita diingatkan untuk lebih giat dalam ibadah, bahkan dianjurkan i’tikaf mengurangi waktu tidur saat menjelang akhir Ramadhan,” tambahnya.

Acara peringatan Nuzulul Qur’an di Al-Ma’soem, lanjut ia, menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan menyebarkan nilai-nilai Islam.

“Kehadiran Dirut PT Al-Ma’soem dan jajaran, Ketua Yayasan Al-Ma’soem, dan Rektor Ma’soem University, dalam acara ini menunjukkan komitmen kita dalam menghidupkan syiar Islam,” tambahnya.

Menurutnya, diakhir acara, dilakukan penandatanganan prasasti makam keluarga besar Al-Ma’soem. Prasasti ini akan ditempatkan di makam yang mampu menampung 1500 jenazah yang berlokasi di Dusun Kiarajegang, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan.

“Langkah ini diambil untuk mengatasi permasalahan hukum, karena lokasi pemakaman berada di wilayah sarang perumahan,” katanya.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Al-Ma’soem ini memberikan banyak manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

“Semoga Al-Qur’an tetap menjadi pedoman utama dalam kehidupan kita, yang harus diimani, dibaca, dan diamalkan,” tandasnya.

Peserta haflah Tahfiz Alquran diikuti sebanyak 34 siswa SD sampai SMA maupun mahasiswa Ma’soem University.

Penghargaan kepada Tahfiz Alquran terkecil kepada siswa kelas IV SD Al Ma’soem yakni Ananta Yuda Prasetya yang berhasil menghafalkan 7 juz. (tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.