Ini Strategi Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli Menghapus Kemiskinan Ekstrim di 2024

oleh
Penandatanganan pakta integritas penanganan kemiskinan dan stunting antara Pj Bupati Sumedang dengan para pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Sumedang pada  Musrenbang RPJPD 2024-2045 di Aula Tampomas, PPS, Senin (29/4/2024).

RADARSUMEDANG.id, KOTA — Pj Bupati Sumedang Drs Yudia Ramli menyampaikan komitmennya untuk meng-nol-kan kemiskinan ekstrim lenyap di Kabupaten Sumedang sampai bulan Desember 2024.

Komitmen itu rupanya juga menjadi atensi dari Presiden Jokowi bagaimana menjadikan Kabupaten Sumedang menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya di Indonesia untuk hal tersebut.

Itu dikatakan Yudia Ramli usai menghadiri Musrenbang RPJPD 2024-2045 di Aula Tampomas, PPS, Senin (29/4/2024).

Pada kesempatan itu disampaikan Yudia bahwa setidaknya ada enam poin pakta integritas 26 SKPD, juga 26 camat termasuk para kepala desa.

Pertama, bagaimana mewujudkan 0 persen miskin ekstrim pada Desember 2024, kedua zero new stunting atau tidak ada lagi stunting baru mulai bulan Mei 2024, ketiga memastikan 6370 jiwa miskin ekstrim mendapatkan perlindungan sosial dan pemberdayaan.

Kemudian keempat, memastikan 5842 anak diberikan program intervensi gizi spesifik, kelima meminimalisir resiko stunting, keenam menyelesaikan secara solutif permasalahan di masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif sehingga keenam poin itu harus dilaporkan dan dievaluasi sepenuhnya oleh Bupati Sumedang.

Oleh karenanya, dengan jabatannya yang masih 8 hari sehingga hasil kerja dari Pj Bupati juga Bupati-wakil Bupati sebelumnya. Yudia tinggal menerima penghargaan saja dan ia menganggap hal tersebut sebagai anugerah.

“Akan tetapi menurut saya ada tantangan juga, karena Pak Presiden telah menunjuk Kabupaten Sumedang sebagai piloting (percontohan) untuk penanganan kemiskinan ekstrim, dan harus selesai Desember tahun ini. Sedangkan 6370 orang miskin ekstrim harus kita nol-kan sehingga kalau saya sendiri cuman ngomong non sense. Maka harus bersama-sama dengan komitmen para SKPD dan camat,” kata Yudia.

Dengan begitu lanjut Yudia, semua sudah komitmen termasuk dirinya sendiri untuk mewujudkan 6 komitmen tersebut.

“Saya akan evaluasi ini dari hari ke hari sehingga mohon doa dan kerjasama termasuk teman-teman media. Karena meng-nol-kan kemiskinan ekstrim bukanlah hal yang mudah sehingga baik dari pemerintah dan semuanya akan rempeug dan harus tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya meminta tim penyusun RPJPD dapat terus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, menyusun dokumen yang sistematis, terarah, terpadu, menyeluruh, dan tanggap terhadap perubahan.

“Bagaimanapun perencanaannya, kesejahteraan masyarakat adalah tujuan utamanya yang ditandai dengan penurunan kemiskinan, stunting, pengangguran, ketimpangan pembangunan wilayah yang diukur dengan indeks gini ratio dan meningkatnya IPM,” paparnya.

Sementara itu , Plh Sekretaris Daerah Hj Tuti Ruswati menyebutkan, visi Kabupaten Sumedang untuk tahun 2025-2045 adalah Sumedang Mandala,  Sumedang yang Maju, Mandiri, Adil, dan Berkelanjutan, yang mampu memanfaatkan berbagai potensi sumber daya secara optimal baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

Menurutnya, dalam penyusun RPJPD Kabupaten Sumedang tahun 2025-2045, terdapat empat isu strategis.

Pertama, pelayanan dasar dan pembangunan sumber daya manusia. Kedua kualitas lingkungan hidup dan ketahanan pangan. Ketiga infrastruktur, pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis teknologi dan berkelanjutan.

Keempat, tata kelola pemerintahan yang menjadi prioritas sehingga Musrenbang RPJPD ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyelesaikan segala permasalahan di Kabupaten Sumedang.

“Visi Sumedang Mandala merupakan wujud Kabupaten Sumedang 20 tahun ke depan pada tahun 2045, yang mampu memanfaatkan berbagai potensi sumber daya secara optimal. Baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” jelas Tuti. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.