Barista Ryan Wibawa Raih Juara 3 di World Brewers Cup 2024 Berkat Kopi Sumedang

oleh
Brewer Jabar yang mewakili Indonesia pada ajang World Brewers Cup (WBrC) 2024 atau kompetisi seduh kopi 2024 di Chicago, Amerika Serikat bulan April 2024 kemarin.

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Dalam sebuah ajang World Brewers Cup (WBrC) 2024 atau kompetisi seduh kopi 2024 di Chicago, Amerika Serikat bulan April 2024 kemarin. Salah seorang barista yang mewakili Indonesia pada ajang tersebut, Ryan Wibawa rupanya membawa kopi asli Sumedang sebagai pilihannya pada ajang tersebut.

Diketahui, Ryan yang pada saat itu unjuk kebolehannya dalam menyeduh kopi, menggunakan tiga jenis kopi berbeda yakni Windy Ridge Geisha, El Diviso Ombligon, dan kopi asal Sumedang Indonesia, Sukawangi Excelsa.

Alhasil Ryan Wibawa berhasil meraih juara 3 di kompetisi World Brewers Cup 2024 pada Babak final World Brewers Cup 2024 tersebut.

Ryan mengungguli tiga brewer lain dari Australia, Prancis, dan Republik Ceko yang menempati peringkat keempat, kelima, dan keenam sehingga hanya kalah dari brewer asal Jepang di tempat kedua dan Austria di tempat pertama.

Diketahui Kopi ekselsa merupakan jenis kopi dengan karakteristik tersendiri yang berbeda dengan arabika maupun robusta.

“Saya mengusung tema Bhineka Tunggal Ika dengan mempersatukan tiga kopi dari tiga jenis, termasuk excelsa dari Indonesia. Kopi ini bisa mempertunjukkan bagaimana perbedaan bisa menjadi satu dalam harmoni. Ini bukan hanya tentang potensi secangkir kopi, tapi juga semboyan negara saya, Bhinneka Tunggal Ika,” kata Ryan.

Ryan juga menceritakan, bahwa ternyata dunia internasional masih banyak yang belum mengetahui jenis kopi ekselsa.

Oleh sebab itu Kopi ekselsa tidak hanya baru untuk Jabar. Mengingat saat di Chicago banyak rekan seprofesinya di negara lain belum pernah mencoba sehingga cukup menarik.

Ia menjelaskan, kopi ekselsa memiliki karakteristik tersendiri, yakni aroma khas buah – buahan, cokelat dan rempah dengan rasa dominan yang manis tetapi bukan manis dengan gula.

“Kopi ekselsa ini punya karakteristik rasa yang dominan manis seperti sugarcane (tebu) kalau saya bilang, dan ekselsa ini bisa men- support kopi lainnya. Saya coba di kompetisi tersebut, dan ini bisa jadi satu diversity (keragaman) kopi itu sendiri, tapi berasal dari Jabar,” sebut Ryan.

Terpisah, Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin menyampaikan, dirinya mengaku penasaran dengan cita rasa kopi ekselsa dari Sumedang yang  telah membawa Ryan menjadi juara tiga pada kejuaraan dunia.

Ia pun mengajak Ryan dan pelaku kopi ekselsa di Sumedang untuk mengembangkan kopi jenis baru ini bersama Dinas Perkebunan Jawa Barat.

“Turut membanggakan, Jabar memiliki banyak sekali kopi dan mereka siap membantu memopulerkan dan menjelaskan kepada publik. Disbun (Dinas Perkebunan) pun siap. Kita tidak hanya punya kopi, tapi ada juga teh, tebu, dan delapan produk kebun unggulan lainnya,” ucap Bey.

Pj Gubernur Bey juga berkomitmen akan berusaha mengembangkan setiap produk unggulan perkebunan agar dapat dikenalkan pada dunia internasional.

“Satu – satu kita coba kembangkan, supaya menjadi kelas dunia, dan menjadi potensi (ekonomi) juga untuk kita,” katanya. (jim/net).

No More Posts Available.

No more pages to load.