Desa Mulyasari Raih Juara Ketiga di Ajang Teknologi Tepat Guna Jawa Barat 2024

oleh
Kabid Pemberdayaan Ekonomi Pembangunan dan Kerjasama Desa pada DPMD, Prama Prameswara saat menerima trofi juara ketiga atas prestasi dari Desa Mulyasari, Sumedang Utara yang mewakili Sumedang pada ajang lomba TTG tingkat Provinsi Jawa Barat di Cimahi Technopark, Selasa (28/5/2024).

RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Desa Mulyasari, Kecamatan Sumedang Utara dinobatkan menjadi juara ketiga atas inovasi yang telah dilakukan pada ajang lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Pembangunan dan Kerjasama Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Prama Prameswara mengatakan, inovasi yang dimaksud merupakan kategori untuk jenis lomba Pos Pelayanan Teknologi (POSYANTEK) desa berprestasi.

Yang mana kategori posyantek desa berprestasi tersebut adalah alat penyulingan sederhana yang digunakan untuk mengolah minuman daun mint dengan destilasi.

“Inovasi TTG ini berasal dari tangan Saripudin asal Desa Mulyasari. Termasuk ada juga alat pengolah sampah limbah buatan Cece Sopandi dari desa yang sama juga. Alhamdulillah ini prestasi yang sangat membanggakan yang dibuat oleh warga Sumedang,” kata Prama usai menerima penghargaan TTG di Cimahi Technopark, Selasa (28/5/2024).

Adapun kata Prama, dari tiga desa yang mewakili Sumedang pada ajang TTG tahun ini. Hanya Desa Mulyasari yang menyabet gelar juara, kendati juara ketiga.

Adapun dua desa tersebut adalah Desa Citimun, Kecamatan Cimalaka, dan Desa Marongge, Kecamatan Tomo. Hanya saja kedua desa yang dimaksud belum beruntung meski telah dinyatakan lolos untuk mengikuti lomba. Terlebih ada tiga kategori lomba yang diselenggarakan oleh DPMD Provinsi Jawa Barat.

Pertama kategori inovasi TTG, kedua kategori alat TTG unggulan dan ketiga, kategori posyantek desa berprestasi sehingga untuk Desa Mulyasari hanya diikutsertakan pada kategori Posyantek desa berprestasi.

“Sedangkan untuk kategori inovasi TTG dari Sumedang berupa alat pantau tumbuhan dengan inovator A Ihsan Ismail asal Desa Citimun. Kemudian kategori alat TTG unggulan yaitu steam boiler advance untuk produksi tahu dengan inovator A Handi M. Fahrudin Al Mubaroq  dari Desa Marongge. Sayangnya dua desa dari kita belum beruntung pada ajang kompetisi ini,” terang Prama.

Yang pasti ditambahkan Prama, sebelumnya semua peserta dari Sumedang telah melakukan presentasi di tingkat Provinsi.

“Tentunya kami ucapkan selamat kepada Desa Mulyasari atas prestasinya yang telah diraih. Jangan patah semangat, mari kita kembangkan lagi inovasi dari desa yang tentunya selain diikutsertakan pada lomba juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar desa itu sendiri,” katanya. (jim)

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.