RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dengan lembaga pendidikan keterampilan (LPK) penyalur tenaga kerja ke Jepang terus dilakukan untuk menyerap tenaga kerja.
Kali ini sebanyak 20 peserta pelatihan yang akan magang ke Jepang, mengikuti sesi wawancara bahasa Jepang, bersama tim penguji yang didatangkan langsung dari Jepang.
Dikonfirmasi, Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumedang, Irma Dewi Agustin mengatakan, pihaknya memfasilitasi para peserta di Aula Tampomas PPS.
“Karena para peserta ini jika di kemudian hari dinyatakan lulus akan diterima kerja di Jepang. Makannya materi yang dijadikan bahan wawancara, seputar kemampuan dalam menggunakan bahasa Jepang, yang memang akan dipergunakan dalam berkomunikasi sehari-hari di Jepang,” kata Irma kepada Radar Sumedang di PPS, Kamis (30/5/2024)
Adapun kata Irma, para calon tenaga kerja dipastikan sudah melakukan serangkaian pelatihan bahasa serta mempelajari budaya Jepang, dari para instruktur handal, di LPK selama empat bulan.
“Maka pada kesempatan ini kita ingin tahu sejauh mana bahasa Jepangnya, sudah standar Jepang belum.? Kalau misalnya sudah sesuai, nanti dikasih pekerjaan oleh orang Jepang sehingga tahapan ini merupakan rangkaian seleksi yang dulu saat pembukaannya oleh Pj Bupati Sumedang (Herman Suryatman),” terang Irma.
Lebih lanjut sambung Irma, sedikitnya ada 85 peserta magang ke Jepang, dan sekitar 32 orang sudah lolos dan mulai bekerja di Jepang.
Sedangkan 53 orang lainnya diberikan pelatihan kembali, secara bertahap, dengan dipilihnya 20 orang terlebih dahulu yang sudah siap dengan kemampuan bahasa Jepang.
Selain itu, dari 32 orang yang lolos sebagian sudah mulai berangkat ke Jepang, sebagian lagi mempersiapkan beberapa hal yang perlu diregistrasi, serta Visa dan Passport.
Irma menambahkan, mereka yang magang di Jepang, akan memperoleh gaji sekitar Rp 13 juta perbulan. Belum lagi, orang yang bekerja sudah dapat izin tinggal dan bekerja di Jepang sana.
“Itu bisa terus bertambah sampai belasan juta rupiah bahkan puluhan juta rupiah, ketika yang bersangkutan semakin jago berbahasa Jepang. Kemudian pekerjaan yang rata-rata dipilih atau diminati adalah sebagai Keiko/Caregiver (mengurus lansia), pengolahan makanan, manufaktur, dan pertanian. Sementara yang menentukan besarnya gaji lebih ke bahasa, karena skill nanti juga dilatih di sana,” jelas Irma. (jim)





