Forkopimda Kaji Reaktivasi Car Free Day dan Car Free Night di Alun-Alun Sumedang 

oleh

RADARSUMEDANG.ID , KOTA — Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumedang memastikan akan segera mengkaji mengenai kebijakan hari bebas berkendara atau car free day (CFD) dan Car Free Night (CFN) Alun-alun Sumedang yang sempat terhenti selama beberapa tahun.

Itu dikatakan Kepala Bidang Keselamatan Pengawasan Lalu lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Gungun Nugraha disela dialog Breakfeast Meeting bersama Pj. Bupati Sumedang , Forkopimda dan Kepala SKPD di Halaman Belakang Gedung Negara, Kamis (6/6/2024).

Kata Gungun jika melihat kilas balik, CFD dihentikan menyusul adanya pandemi Covid. Yang mana pada saat itu ada larangan untuk berkumpul dalam jumlah besar sehingga aktivitas yang menimbulkan keramaian banyak orang terpaksa harus dihentikan.

Selain itu CFD juga diatur berdasarkan Perbup No 77 tahun 2017 tentang pelaksanaan tentang Hari Bebas Berkendara.

“Car free night digelar Sabtu di akhir bulan pukul 18.00 sampai 23.00 sedangkan car free day rutin setiap hari Minggu pukul 06.00 sampai 10.00. Di CFD digelar berbagai kegiatan masyarakat mulai dari olahraga, seni, layanan publik dan jadi pusat jajanan dengan melibatkan para UMKM. Insya Allah kami sedang kaji bersama Forkopimda,” kata Gungun.

Mendengar itu, Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli menyebutkan, CFD dan CFN merupakan wahana bagi masyarakat untuk berolahraga, silaturahmi, dan rekreasi serta memberi ruang bagi para penggiat seni dan pemuda kreatif untuk mengekspresikan diri serta melibatkan UMKM.

“Kami ingin menjadikan CFD dan CFN ini sebagai upaya bersama untuk membangkitkan kembali geliat ekonomi. Terutama menghapuskan kemiskinan ekstrem masyarakat Sumedang melalui pemberdayaan UMKM supaya mereka bisa naik kelas,” ucap Yudia.

Meski demikian Yudia memberikan catatan supaya CFD dan CFN tidak menjadi ajang pusat pedagang semacam pasar, namun harus tertata dengan baik.

“Pemda Kabupaten Sumedang membolehkan ada pedagang kaki lima (PKL) di kegiatan periodik tersebut, tapi dengan jumlah terbatas. Ruh CFD dan CFN harus benar benar dapat tapi harus tertata dengan baik juga karena saya yakin dampaknya sangat positif bagi masyarakat. Untuk itu perlu komitmen bersama, disiapkan dengan baik dari awal pelaksanaan hingga selesai acara,” jelas Yudia. (jim)

No More Posts Available.

No more pages to load.