RADARSUMEDANG.ID, CIMANGGUNG – Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Yudia Ramli menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Parakanmuncang Cimanggung hanya dapat dilaksanakan jika ada kesepakatan penuh dari seluruh warga pasar.
Ramli mengakui bahwa selama lima periode pergantian bupati, belum ada yang berhasil membangun pasar tersebut.
Ramli menyoroti bahwa anggaran dari APBD tidak akan cukup untuk proyek ini dan jika menggunakan anggaran pemerintah, prosesnya akan sangat panjang. Selain masalah anggaran, kesediaan warga pasar masih menjadi perdebatan meskipun sekitar 80 persen sudah setuju dengan revitalisasi.
“Kalau sudah 100 persen warga Pasar Parakanmuncang sudah membuat pernyataan di atas materai bahwa siap direvitalisasi, maka silahkan datang ke saya,” ujar Ramli saat ditemui di Pasar Tanjungsari.
Ia menambahkan, rencana revitalisasi sebenarnya telah muncul pada tahun 2017 hingga 2018 dengan PT Bukit Kiara Lestari sebagai kontraktor, namun tidak terealisasi. Pada tahun 2023, rencana pembangunan oleh PT KIM juga gagal.
Ramli menjelaskan bahwa perbedaan pendapat di kalangan warga pasar menjadi penghalang utama. Beberapa warga memiliki anggapan salah bahwa mereka telah memiliki kios dengan cara dicicil, serta adanya kekhawatiran bahwa mereka harus kembali menyewa kios dengan harga tinggi.
“Jika wacana revitalisasi masih diwarnai pro dan kontra, tidak semua mendukung, maka pelaksanaan realisasinya dikhawatirkan tidak berjalan lancar. Jangankan 90 persen, satu orang saja tidak setuju, saya tidak akan merealisasikan eksekusi pembangunan,” tegasnya.
Ramli menekankan bahwa kesepakatan harus mencapai 100 persen tanpa ada pengecualian. Meskipun dukungan sudah mencapai 90 persen, jika masih ada 10 persen yang belum setuju, maka revitalisasi tidak akan dilaksanakan.
Ia juga menyebut bahwa masa jabatannya sebagai Pj Bupati Sumedang akan berakhir pada Desember 2024, sehingga masalah ini harus diselesaikan sebelum itu.
“Jika memang sangat menginginkan adanya pembenahan dari kondisi kumuh Pasar Parakanmuncang direvitalisasi, syaratnya dukungan pedagang harus 100 persen ditandatangani di atas materai,” tegas Ramli.
Terkait sumber dana untuk revitalisasi, Ramli menyebut ada dua opsi menggunakan pihak ketiga atau investor, dan menggunakan dana dari APBN/APBD.
“Kalau cara saya 100 persen dukungan. Kalau pakai pihak ketiga insya Allah tahun ini saya bisa dukung,” tambah Ramli.
“Kalau ingin pakai APBN/APBD akan saya ajukan ke Provinsi Jabar bahkan sampai ke pusat, hanya urusan kapan jadinya Wallahualam,” pungkasnya. (tha)






