UPI Bandung Gelar Pelatihan Trauma Healing Berbasis Kearifan Lokal 

oleh
Para guru BK SMP turut mengikuti permainan- permainan yang dilakukan oleh para instruktur dari UPI Bandung pada program pengabdian masyarakat di pendopo PPS, Kamis (25/7/2024).

RADARSUMEDANG.ID, KOTA– Tren guru-guru bimbingan konseling (BK) di setiap sekolah kini semakin bergeser pada berbagai metode mewujudkan kedisiplinan peserta didik.

Oleh sebab itu, Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan UPI Bandung, Pelatihan Model Trauma Healing Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Sumedang yang dikhususkan bagi guru- guru BK Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Salah seorang Dosen Jurusan BK UPI Bandung juga selalu Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (P2M) kepada guru BK SMP se-Kabupaten Sumedang, Dr. Anne Hafina Adiwiyata mengatakan, pihaknya berkesempatan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang diberikan kepada MGBK SMP di Kabupaten Sumedang.

“Kegiatan ini merupakan suatu pelatihan yang diberikan kepada guru-guru BK, mengenai bagaimana permainan tradisional atau lokal itu dapat diangkat menjadi teknik metode dalam pelayanan bimbingan dan konseling,” kata Anne kepada Radar Sumedang di Pendopo PPS, Kamis (25/7/2024).

Tujuannya lanjut Anne, guru-guru dapat memiliki kepekaan juga sensitivitas tentang peristiwa-peristiwa atau aktivitas-aktivitas yang terjadi di sekitar, yang sifatnya lokal untuk diangkat menjadi teknik metode dalam layanan bimbingan dan konseling.

“Jadi bagaimana peristiwa yang terjadi atau kegiatan-kegiatan yang di sekitar kita, yang sifatnya lokal yang penuh dengan nilai. Bahkan penuh dengan nilai-nilai agama itu ,dapat digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling itu tujuan kami,” ujarnya.

Anne juga mengatakan, pelatihan yang digelar selama dua hari secara virtual (19 dan 20 Juli 2024) dan satu hari praktik di Sumedang. Para guru BK SMP dibekali saling tukar pengalaman dengan berdiskusi dengan guru-guru lainnya, tentang kegiatan-kegiatan yang sifatnya lokal yang dapat diangkat menjadi layanan bimbingan dan konseling.

“Begitu juga guru-guru juga bisa belajar bersama-sama dengan kami, bagaimana memaknai atau memberikan value terhadap kegiatan ini. Caranya yaitu dengan satu proses refleksi berupa identifikasi, analisis dan generalisasi sehingga siswa dapat mendapatkan suatu pengetahuan sikap dan tindakan untuk mengubah perilakunya ke arah yang lebih baik,” terang Anne.

Ditempat yang sama, salah seorang guru BK SMPN 1 Jatinangor Acep Fitriana Zakaria menyampaikan, dalam kegiatan pelatihan konseling fase traumatik berbasis kearifan lokal ini. Setidaknya para guru BK dapat mengambil pelajaran bahwa sejatinya beberapa hal yang bisa dilakukan dalam dengan konseling.

“Disini juga kita belajar bagaimana hal-hal yang berkaitan erat dengan lingkungan sekitar yang bisa dijadikan media dalam konseling fase traumatik. Nantinya ketika para guru sudah memiliki pengetahuan juga keterampilan, setidaknya dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari khususnya untuk melayani siswa di sekolah masing-masing,” katanya. (jim)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.