RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang melakukan pemetaan kerawanan pada Pemilukada 2024. Launching Peta Kerawanan Pemilihan Serentak 2024 pun digelar di salah satu tempat di Desa Rancamulya Kecamatan Sumedang Utara, Rabu (14/8).
Kegiatan tersebut dihadiri puluhan peserta dari perwakilan partai politik, ormas, serta forum OSIS sebagai calon pemilih pemula.
Ketua Bawaslu Sumedang, Ade Adrianta Sinulingga menuturkan, peta kerawanan disusun berdasarkan temuan pada Pemilu 2024 dan Pilkada 2018.
“Sejumlah poin kerawanan perlu diantisipasi, untuk itu kami dukungan para pemangku kebijakan agar bersama-sama menjaga dan ikut menyukseskan semua tahapan Pemilukada,” ucapnya.
Maka dari itu dengan digelarnya kegiatan tersebut diharapkan masyarakat tahu apa saja yang menjadi titik kerawanan berdasarkan indeks kerawanan Pemilu tahun 2024 dan Pilkada 2018.
“Kalau keterlibatan ASN (aparatur sipil negara) itu berdasarkan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 ada pointer yang menjadi isu strategis terkait netralitas ASN. Sedangkan untuk Pilkada 2024 sendiri sampai saat ini belum ada temuan ataupun laporan dari masyarakat,” ucapnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumedang, Asep Tatang Sujana menjadi pemateri pada kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari demokrasi. Pemilu bukan merupakan hal yang pertama, tapi Pemilu harus semakin baik di setiap saat,” kata Asep.
Kata Asep, sebagai langkah agar proses tahapan Pemilu menjadi lebih baik, Bawaslu sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap mekanisme pengawasan dalam Pemilukada harus mengedukasi masyarakat.
“Ini bagian dari edukasi supaya masyarakat mudah mengidentifikasi berbagai macam kerawanan yang mungkin terjadi, sehingga perlu mengantisipasi atau deteksi dini apa langkah-langkah yang harus dilakukan,” ujarnya.
Asep menuturkan materi yang ia sampaikan terkait kerawanan yang berpotensi mengganggu jalannya Pemilukada dari mulai politik uang, intimidasi, netralitas ASN, hingga bencana alam. Dengan deteksi dini tersebut diharapkan tahapan Pemilukada pad 27 November 2024 ini bisa berjalan lancar.
“Maka kami applause kepada Bawaslu bagaimana melakukan deteksi dini kerawanan yang dapat merongrong pelaksanaan Pemilukada,” imbuhnya. (gun)





