RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Saluran gorong-gorong di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang yang berlokasi di Jalan Pangeran Kornel 307, Kelurahan Kota Kulon, Sumedang Selatan kerap menjadi penyebab banjir saat terjadi hujan deras.
Pasalnya air kerap menggenang di ruas jalan tersebut sehingga menghambat arus lalu lintas. Ketua RW setempat Asep menyebutkan, dirinya sudah meminta kepada warga masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan sumbatan di gorong-gorong dan menyebabkan banjir.
“Dari dulu sudah kami himbau supaya tidak buang sampah ke saluran air. Tapi tetap saja sampah selalu ada dan menyumbat saluran sehingga bisa dilihat kalau musim hujan ada genangan air,” sebut Asep.
Mengetahui hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Tuti Ruswati, dirinya langsung mengerahkan personel BPBD dan warga masyarakat membersihkan langsung sampah dan bebatuan yang menyumbat saluran air
“Kita tahu gorong-gorong yang di depan Dinas Pertanian selalu mengalami banjir langganan ketika hujan deras mengguyur. Kami mencari solusi untuk mengantisipasinya, dan saya sudah berbicara dengan Sekdis PUTR dan Kadis Pertanian juga Camat Sumedang Selatan agar bersama-sama bersinergi dalam menangani permasalahan banjir ini,” kata Tuti kepada sejumlah awak media, Jumat (13/9/2024).
Tuti menyebutkan, saluran air dilakukan pengerukan karena terjadi sedimentasi mengakibatkan dangkal.
“Dinas PUTR telah melakukan pengerukan dan membuat bak kontrol agar sampah-sampah yang sekarang tertimbun mudah diangkat dan membuat penangkap sampah di hulu-hulu saluran air. DLHK sudah kami tugaskan untuk mengontrol secara rutin serta menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air serta ikut menjaga saluran air,” terang Tuti.
Sekda Tuti juga mencoba meninjau saluran air vital lainnya di saluran air Gardu Irigasi Burujul yang mengalami longsoran sepanjang 15 meter di RT 01 RW 02, Dusun Jamban, Desa Girimukti, Kecamatan Sumedang Utara.
Yang mana Apabila air tidak dapat mengalir akan mengancam 35 hektare sawah di Desa Padasuka dan Girimukti yang tidak dapat terairi.
Selain itu juga berdampak juga ke Balai Benih Ikan yang sumber airnya berasal dari gardu irigasi Burujul.
“Penanganan darurat akan dipasang 4 lente pipa 8 inchi dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan supaya air irigasi tetap mengalir. Pemasangan pipa dilakukan selain supaya air tetap mengalir juga supaya air irigasi tumpah ke area sawah di sekitarnya lokasi longsor. Karena kita khawatir nantinya akan menjadi puso nantinya,” ucapnya.
Tuti menghimbau kepada warga masyarakat terutama memasuki musim hujan agar selalu waspada dan sering mengurangi pembuangan sampah ke saluran air.
“Membuang sampah akan menyebabkan banjir dan akan berdampak kemana-mana. Masyarakat dihimbau untuk jangan membuang sampah ke saluran air,” katanya. (jim)






