RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Menjelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024, sosok KH Acep Adang Ruhiat yang akan mencalonkan menjadi Gubernur Jawa Barat semakin mencuri perhatian publik dengan komitmennya terhadap penguatan pondok pesantren dan lembaga keagamaan.
Bersama pasangannya, Gita KDI artis dan figur publik keduanya berjanji akan memajukan pendidikan keagamaan di Jawa Barat.
KH Acep Adang Ruhiat, seorang tokoh agama dengan latar belakang pesantren yang kuat, menekankan pentingnya pondok pesantren sebagai pilar pendidikan dan moral bangsa.
Menurutnya, pondok pesantren memerlukan dukungan maksimal dari pemerintah, baik dalam hal infrastruktur, kesejahteraan tenaga pengajar, maupun kurikulum yang relevan dengan zaman.
“Sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan harus terus dibangun untuk memastikan keberlangsungan pesantren dan pendidikan Islam lainnya,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan para pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Sumedang, Selasa (17/9) lalu.
Selain pendidikan, KH Acep juga mengutamakan kesejahteraan ekonomi lembaga keagamaan. Salah satu program unggulannya adalah pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, yang bertujuan agar pesantren dapat mandiri secara ekonomi dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
“Pesantren tidak hanya harus mandiri dalam pendidikan, tetapi juga dalam ekonomi,” tambahnya.
Saat bersilaturahmi, KH Acep didampingi anggota Fraksi PKB DPRD Sumedang seperti Herman Habibullah dan Didi Suhrowardi, pertemuan ini juga membahas upaya memperkuat kehadiran negara dalam dunia pesantren.
Herman Habibullah menyoroti bahwa meski sudah ada UU dan Perda tentang pesantren, pelaksanaannya masih dirasa kurang optimal karena faktor kepemimpinan yang bukan berasal dari kalangan santri.
“Momentum Pilkada serentak 2024, saya mengajak seluruh santri, dibawah komando para kyai, ustadz, dan ajengan, untuk mendukung pasangan ini,” ujarnya.
Herman optimistis bahwa dengan keberadaan lebih dari 68 ribu pondok pesantren di Jawa Barat, pasangan ini memiliki peluang besar untuk menang.
KH Kholil, sesepuh Pondok Pesantren Zumrotul Muttaqin dan Rois Syuriah PC NU Sumedang, juga berpesan agar fokus pada keberlangsungan pesantren dan Nahdlatul Ulama, mengingat mayoritas warga Jawa Barat adalah warga NU.
“Jika pesantren dan NU sejahtera, warga Jawa Barat juga akan sejahtera,” katanya.
Dalam kunjungannya, KH Acep Adang dan rombongan juga menyambangi beberapa pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Al Falah Cileles Jatinangor, Assaadah Sukasari, dan Zumrotul Muttaqin Siturja, untuk memperkuat dukungan dan komitmen mereka terhadap pendidikan keagamaan di Jawa Barat. (tha)







