Warga Keluhkan Aktifitas di Alun-Alun Sumedang yang Dipergunakan Bazar UMKM 

oleh

RADARSUMEDANG.ID, KOTA — Sebagian warga yang rutin beraktivitas di Alun-alun Sumedang untuk sekedar berolahraga dan melepas penat merasa keberatan dengan kehadiran bazar di Alun-alun Sumedang yang digelar sejak tanggal 4 sampai 22 September 2024.

Pasalnya Alun-alun sebagai ruang terbuka hijau harus terhalang oleh tenda-tenda dan beberapa wahana bermain anak. Salah seorang warga asal Mekarjaya, Sumedang Utara, Sri menyampaikan, dirinya yang biasa melakukan senam kebingungan mencari spot untuk senam jika harus berbagi dengan tenda UMKM sehingga area untuk senam menjadi terbatas.

“Sebetulnya lumayan agak terganggu juga sih. Soalnya mau senam ‘kahalangan’ (terhalangi), pemandangan disini (Alun-alun) juga jadi berbeda, enggak seperti biasanya. Meskipun saya memahami mungkin yang punya acara ingin memajukan UMKM,” kata Sri kepada Radar Sumedang, Sabtu 21 September 2024 pagi.

Sementara dimintai tanggapannya, pihak yang membantu Keraton Sumedang Larang pada kegiatan Bazar UMKM, Haji Jajang Rahayu menyampaikan bahwa, dalam hal ini dirinya hanya membantu pihak penyelenggara yang dalam hal ini Keraton Sumedang Larang. 

Oleh sebab itu, pada hari terakhir kegiatan bazar UMKM yang diselenggarakan di Alun-alun Sumedang, pihaknya menampung terkait dengan adanya keluhan warga masyarakat Sumedang yang merasa kurang nyaman selama pelaksanaan bazar.

“Saya memahami mungkin ada sebagian masyarakat Sumedang yang kurang nyaman. Akan tetapi justru disini UMKM dapat untung banyak karena banyak yang berkunjung,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Sumedang di Alun-alun, Minggu 22 September 2024.

Adapun kata Haji Jajang, selama ini pihaknya sangat memperhatikan soal kebersihan dan keamanan, termasuk menjaga area hijau oleh pihak keamanan yang berada dari komunitas.

Selain itu dirinya rajin mengingatkan kepada pelaku UMKM agar menjaga kebersihan di sekitar Alun-alun. Mengingat Alun-alun merupakan fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat.

“Setiap minggu saya koordinasi sama DLHK, karena tiap pagi misalkan sampah suka berserakan. Nah kalau hari minggu justru suka saya bayar karena mereka kerja lembur sehingga saya koordinasi sama DLHK supaya bersih lagi,” ucapnya.

Semula pihaknya memfasilitasi tenda UMKM sebanyak 80 tenda, namun yang terisi hanya 58 tenda saja. Mengingat pada tahun kemarin relatif sepi pengunjung sehingga sebagian pelaku UMKM ragu untuk mengisi.

Sedangkan bagi pedagang kaki lima pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada komunitas pedagang yang biasa berjualan di Alun-alun.

“Untuk satu tenda, bayarnya tergantung omset para pelaku UMKM sehingga sama sekali tidak ada tekanan. Kalau omsetnya bagus ya lumayan, tapi kalau jelek ya kita berbicara hati nurani saja,” terang Haji Jajang. 

Selain itu pihaknya juga dibantu oleh Puragabaya dari Keraton Sumedang Larang untuk mengamankan ikon Alun-alun Sumedang yaitu Lingga supaya tidak ada yang memasuki areal tersebut.

“Kemudian yang paling penting saya sampaikan, area taman atau zona hijau kami pasang pembatas. Takutnya nanti tanaman diinjak-injak makannya segalanya saya perhatikan semua fasilitas yang ada di Alun-alun ini,” imbuh Haji Jajang.

Terpisah dimintai tanggapannya, Kepala Bidang Kehutanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumedang, Wawan Hermawan menyebutkan, pada kegiatan bazar UMKM pihaknya merekomendasikan apa yang dijual oleh UMKM tidak menjual barang atau produk yang dijual di sekitar alun-alun.

Termasuk peserta kegiatan yang dalam hal ini para pelaku UMKM diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban.

“Kemarin saya monitoring ditemukan ada yang buang sampah sembarangan. Saya sudah coba menegur kepada pihak penyelenggara acara supaya oleh Keraton ditegur untuk menjaga kebersihan. Kemungkinan setelah berakhir, kita melakukan monitoring pasca kegiatan, supaya menjadi evaluasi untuk ke depan,” terang Wawan dikonfirmasi via sambungan telepon.

Pada intinya lanjut Wawan, pihaknya hanya berkewenangan untuk membersihkan pasca kegiatan. Termasuk dengan adanya keluhan masyarakat mengenai kolam kecil yang bau pesing diduga akibat adanya pihak yang kencing sembarangan.

“Tentunya segala yang kotor ataupun bau akan menjadi bahan evaluasi bagi kami. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi kegiatan bazar di alun-alun Sumedang. Meskipun untuk taman alhamdulillah aman karena pihak panitia memberikan tanda pembatas,” papar Wawan.

Wawan menambahkan, soal keberadaan tempat sampah di Alun-alun yang dirasa kurang untuk menampung sampah. Dirinya menyadari hal tersebut rencananya akan dianggarkan di APBD perubahan.

“Tempat sampah memang banyak yang rusak kita koordinasi dengan bidang persampahan. Insya Allah dianggarkan di perubahan kita coba ditambahkan. Jadi nanti sampah tidak terlalu berserakan, meskipun sebetulnya kita ada petugas pasukan kuning yang selalu standby di Alun-alun,” katanya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.