Desa Cinanjung Luncurkan Program Inovasi ‘Teras Si Nina’, Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

oleh

RADARSUMEDANG.ID, TANJUNGSARI – Desa Cinanjung, Kecamatan Tanjungsari, mencatat sejarah baru dengan peluncuran program inovasi “Teras Si Nina” (Terpadunya Sistem Pertanian dan Peternakan Desa Cinanjung).

Program ini dilaunching pada Kamis (10/10) lalu dan merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak desa melalui sistem pertanian dan peternakan terpadu 

Kepala Desa Cinanjung, R. Nurdiono,  menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. 

“Teras Si Nina hadir untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Dengan memadukan pertanian dan peternakan, kami menciptakan siklus yang saling menguntungkan, di mana hasil pertanian dapat mendukung peternakan, dan sebaliknya,” ujarnya.

Program inovatif ini mengedepankan penggunaan limbah pertanian sebagai pakan ternak, sementara kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Inovasi ini juga memanfaatkan teknologi ramah lingkungan dan manajemen sumber daya yang efisien, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mendorong praktik pertanian berkelanjutan.

Peluncuran Teras Si Nina mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk perwakilan pemerintah kabupaten dan organisasi pertanian setempat. 

“Kami optimis program ini akan menjadi model bagi desa-desa lain dalam menerapkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi,” tambah Nurdiono.

Sebagai tahap awal, program ini akan mengelola lebih dari 1 hektar lahan pertanian dan 20 ekor ternak yang dikelola oleh kelompok tani dan peternak setempat. Selain itu, pemerintah desa telah menjalin kerja sama dengan mitra dari sektor swasta untuk memastikan kelancaran pemasaran produk pertanian dan peternakan.

Dengan adanya Teras Si Nina, Desa Cinanjung berharap tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat perekonomian desa secara menyeluruh. “Ini bukan hanya soal hasil tani dan ternak, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat kami,” tutup Nurdiono dengan penuh optimisme.

Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pakan hewani yang harus diimpor.(tha)

No More Posts Available.

No more pages to load.