RADARSUMEDANg.id, JATINANGOR – Sejumlah warga di RW 04 Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, menyambut baik sosialisasi tentang alternatif pangan berbasis singkong yang digagas oleh mahasiswa Kelompok Olah Kreativitas dan Kewirausahaan (OKK) 137 Sub Kelompok 1 Universitas Padjadjaran.
Salah seorang warga, Yayah, mengaku senang mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengolahan singkong sebagai alternatif beras. “Teksturnya mirip nasi, tapi rasanya hambar, lebih enak kalau ditambahkan garam dan sambal. Walau rasanya belum familiar, singkong ini bisa jadi alternatif pengganti nasi,” ujarnya.
Sosialisasi yang diikuti oleh sembilan ibu rumah tangga dan lima anak ini berlangsung antusias. Mereka dengan seksama mengikuti penjelasan dan demonstrasi yang diberikan oleh mahasiswa Unpad.
Universitas Padjadjaran (Unpad) berkomitmen mendorong mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam pengabdian masyarakat, salah satunya melalui ketahanan pangan. Program ini diharapkan dapat memberi wawasan baru tentang pentingnya diversifikasi pangan guna mendukung ketahanan pangan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, OKK Unpad memperkenalkan metode pembuatan beras singkong, yang terinspirasi dari Desa Cirendeu, Cimahi, yang telah lama mengembangkan singkong sebagai pengganti beras.
OKK adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester pertama di Unpad, yang bertujuan untuk mengasah keterampilan pengabdian masyarakat. Tahun ini, tema yang diangkat dalam OKK adalah “Ketahanan Pangan.”
Isu ketahanan pangan menjadi semakin penting di tengah kenaikan harga beras dan tingginya konsumsi beras padi di Indonesia. Desa Cileles dipilih sebagai lokasi sosialisasi karena memiliki sumber daya singkong melimpah serta partisipasi masyarakat yang baik, menjadikannya tempat yang ideal untuk memperkenalkan inovasi beras singkong.(tha)






