RADARSUMEDANG.id, KOTA — Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli mengaku prihatin dengan kondisi Kecamatan Cibugel yang kurang mendapat perhatian dari sisi sarana prasarana.
Itu setelah dirinya mendengarkan langsung laporan dari Camat Cibugel, H Nuryadin di sela peninjauan rekontruksi ruas jalan Cibubut-Cisoka yang merupakan satu-satunya jalan di tapal perbatasan antara Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Garut.
“Pak Camat sudah menyampaikan terkait dengan pelayanan masyarakat yang sebetulnya sudah terlayani, hanya saja bentuknya baru seadanya saja. Seperti contoh untuk transaksi keuangan baru sekedar ATM mini karena belum ada kantor cabang Bank,” kata Yudia saat dikonfirmasi Radar Sumedang, belum lama ini.
Selain itu hingga saat ini Cibugel juga belum mempunyai SMA negeri sehingga kebanyakan warga Cibugel harus bersekolah ke daerah terdekat di sekitar Limbangan.
“Sebetulnya kami sudah mencoba menindaklanjuti dengan meneruskan ke provinsi. Karena memang untuk SMA negeri kewenangannya ada di provinsi dan kami sudah sampaikan itu. Mudah-mudahan cepat direspon,” ujarnya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengakui bahwa Cibugel belum memiliki pasar yang terpusat. “Untuk pasar insya Allah bisa dibangun di tahun 2025,” terang Yudia.
Dengan demikian ke depan jika akses jalan Cibubut-Cisoka telah tersambung pada akhir tahun ini. Maka peluang peningkatan pelayanan publik di salah satu wilayah perbatasan Sumedang ini dapat terbuka lebar.
Dirinya pun meminta ke depan beberapa titik badan jalan Cibubut-Cisoka, terutama yang lokasinya ada di jurang pemisah dapat dipasang guard rail atau pagar pembatas.
“Kalau nanti Cibubut-Cisoka ini bisa dilintasi secara penuh mohon berhati-hati karena beberapa titik ada yang berbatasan dengan jurang sehingga harus dipasang pagar pembatas termasuk PJU. Selain itu bagi pengendara mobil juga harap berhati-hati karena ketika berpapasan jalannya kecil. Mudah-mudahan jalan ini dapat meningkatkan pendapatan warga Cibugel dengan kemudahan akses ke kota yang bisa memangkas waktu tempuh,” katanya. (jim)





