Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi saat melakukan monitoring simulasi pemungutan suara di Pacuan Kuda Kelurahan Kota Kaler, Sumedang Selatan.
RADARSUMEDANG.ID, KOTA – Dua hari jelang pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur serta Bupati dan Wakil Bupati dan Sumedang untuk Pilkada serentak tahun 2024, Ketua KPU Sumedang Ogi Ahmad Fauzi menghimbau kepada penyelenggara pemilu khususnya yang di sekitar TPS ada pemilih disabilitas agar difasilitasi secara khusus.
Oleh sebab itu dirinya menggambarkan bagaimana simulasi pencoblosan bagi pemilih disabilitas. Yang mana jauh sebelum tahapan pemutakhiran data oleh petugas pantarlih. PPK dan PPS harus memastikan sejauh mana jumlah disabilitas di sekitar TPS.
Termasuk dalam hal ini TPS yang digunakan juga harus ramah disabilitas sehingga disesuaikan dengan kondisi yang dibutuhkan disabilitas.
“Ketika misalkan ada pemilih tuna netra, maka kemudian nanti pada saat pemungutan suara tentu disiapkan alat bantu. Atau kemudian ada tuna daksa maka kemudian tidak memungkinkan untuk naik ke TPS yang posisinya lebih tinggi,” kata Ogi kepada sejumlah awak media, Senin (25/11/2024).
Oleh sebab itu TPS harus mudah diakses oleh disabilitas sehingga ketika ada pemilih disabilitas yang kesulitan harus diantisipasi lebih awal oleh KPPS.
“Misalkan ada yang kesulitan untuk jalan, maka idealnya TPS yang ditempatkan di tempat yang tinggi tangganya tidak terlalu banyak sehingga konturnya harus yang datar. Kalaupun misalnya nanti disitu ada yang menggunakan kursi roda, maka di dalam TPS tersebut harus betul-betul ada akses untuk kursi roda,” ujarnya.
Oleh sebab itu dua hari jelang pemungutan suara di TPS. KPU berharap hal-hal teknis seperti ini dapat dilaksanakan di TPS yang di lingkungannya terdapat pemilih disabilitas.
“Upaya ini kami lakukan untuk memudahkan mereka tetap datang ke TPS memberikan hak suara. Karena walaupun disabilitas tetap memiliki hak yang sama peluang yang sama untuk memilih dan dipilih,” katanya. (jim)