RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melaksanakan sosialisasi dan peluncuran Integrasi Layanan Prima (ILP) di 35 Puskesmas, Kamis (12/12).
Acara tersebut berlangsung di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, dengan dihadiri sejumlah pejabat daerah.
Asisten Pemerintahan Kabupaten Sumedang, Asep Uus Ruspandi, menyampaikan bahwa program ILP ini merupakan kelanjutan dari tahapan pertama yang sebelumnya telah diterapkan di empat Puskesmas, yaitu Puskesmas Situraja, Paseh, Haurngombong, dan Cisitu.
“Awalnya hanya empat Puskesmas yang menerapkan ILP. Hari ini, program ini telah diperluas ke 35 Puskesmas. Kami berharap dengan adanya ILP, pelayanan Puskesmas semakin meningkat, semakin profesional, dan berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat, terutama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi,” ujar Asep.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Dr. dr. Aceng Solahudin, menyatakan bahwa penerapan ILP ini merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang masih belum optimal.
“Pencapaian SPM, baik di Sumedang maupun secara nasional, belum memenuhi target, terutama karena aksesibilitas masyarakat yang belum merata dan layanan kesehatan yang belum terintegrasi. Dengan ILP, kami menekankan efektivitas dan efisiensi dalam pelayanan Puskesmas serta jejaringnya, seperti Poskesdes, Posyandu, Pustu, dan Polindes,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aceng menyebutkan bahwa program ILP adalah salah satu upaya transformasi pelayanan primer yang bertujuan untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih dekat dan partisipatif.
“Program ini tidak hanya mengandalkan Puskesmas sebagai ujung tombak, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat. Dengan demikian, kami berharap efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelayanan semakin meningkat,” tambahnya.
Pemerintah Daerah Sumedang akan terus memantau pelaksanaan program ini, termasuk perluasan penerapannya di desa-desa yang memiliki Pustu.
“Harapannya, dengan dukungan masyarakat, program ini dapat berjalan lancar sehingga pelayanan kesehatan semakin baik, aksesibilitas meningkat, dan target-target kesehatan tercapai,” tutup Aceng.
Dengan peluncuran ILP ini, diharapkan Kabupaten Sumedang dapat menjadi contoh dalam penerapan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (tha)





