RADARSUMEDANG.id, JATINANGOR – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas pada proses Seleksi Masuk Unpad (SMUP) untuk program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun 2025. Kuota yang disediakan untuk jalur ini adalah maksimal dua persen dari total daya tampung.
Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, dalam kegiatan Sosialisasi SNPMB dan Seleksi Masuk Unpad Tahun 2025 yang digelar secara daring di Bale Sawala, Unpad Jatinangor beberapa waktu lalu.
“Unpad ingin menjadi inclusive hub, kami terbuka untuk siapapun yang ingin kuliah ke Unpad. Pada tahun ini kami membuka jalur baru untuk teman-teman disabilitas dan berkebutuhan khusus,” ujar Prof. Zahrotur.
Direktur Akademik Unpad, Prof. Aliya Nur Hasanah, menambahkan bahwa jalur ini terbuka untuk semua program studi yang tersedia di Unpad. Terkait detail persyaratan dan ketentuan teknis lainnya, informasi akan diumumkan melalui laman resmi SMUP menjelang pelaksanaan seleksi mandiri.
“Mulai tahun ini Unpad membuka jalur disabilitas, kami sediakan kuota dengan persentase maksimum dua persen. Saat pendaftaran, peserta akan mengisi formulir khusus untuk disabilitas,” jelas Prof. Aliya.
Lebih lanjut, Prof. Aliya menjelaskan bahwa peserta disabilitas dapat mengikuti seleksi mandiri dengan dua skema, yaitu berdasarkan nilai ujian (SMUP atau UTBK) dan berdasarkan minat bakat (prestasi non-akademik). Untuk peserta yang menggunakan nilai UTBK, panitia nasional sudah menyediakan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Sementara itu, ujian SMUP dilakukan secara daring dan dapat diikuti dari lokasi mana pun.
“Jika peserta disabilitas memilih skema nilai ujian SMUP dan ingin melaksanakan ujian di Unpad, kami akan fasilitasi, termasuk menyediakan pendamping. Namun, fasilitas tersebut tersedia berdasarkan permintaan (by request),” tambah Prof. Aliya.
Seleksi Mandiri Unpad 2025 terdiri dari beberapa jalur, yaitu seleksi Mandiri dengan dua skema (nilai ujian dan minat bakat), seleksi International Undergraduate Program (IUP) atau Kelas Internasional, seleksi Kerja Sama menggunakan nilai ujian (SMUP atau UTBK) dan seleksi Khusus Disabilitas dengan skema nilai ujian dan minat bakat.
“Dengan dibukanya jalur ini, Unpad menunjukkan komitmennya untuk menjadi kampus yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” tandasnya. (tha)





