RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Dengan memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan dasar Pupuk Organik Cair (POC), warga Desa Citali kini dapat meningkatkan hasil pertanian, mendukung kemandirian pangan, serta menciptakan peluang ekonomi baru.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Padjadjaran (Unpad) menginisiasi penerapan POC berbasis limbah ternak untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Program ini dilakukan bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Cikubang RW 05, Desa Citali, Kecamatan Pamulihan, Sumedang.
“Tujuan utama kita adalah ketahanan pangan, dan langkah pertama dimulai dari penggunaan pupuk. Jika kita memiliki ternak, limbahnya bisa diolah menjadi pupuk, yang kemudian digunakan untuk tanaman. Tanaman inilah yang akhirnya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan,” ujar Prof. Dr. Ir. Yuli Astuti Hidayati, M.P., Dosen Pembimbing Lapangan KKN Unpad Desa Citali belum lama ini.
Desa Citali telah menjadi desa binaan tim peneliti Prof. Yuli dari Fakultas Peternakan Unpad selama tiga tahun terakhir. Program pengolahan limbah ternak menjadi POC terus dikembangkan, dan tahun ini tim lebih fokus pada RW yang telah mengaplikasikan metode tersebut secara berkelanjutan.
“Bersama 20 mahasiswa KKN, tim memulai kembali dari awal guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan POC, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian warga,” katanya.
Menurutnya, POC berbasis limbah ternak adalah pupuk cair yang dihasilkan melalui proses dekomposisi kotoran ternak dan jerami. Pembuatan POC dilakukan dalam beberapa tahap
“Pengumpulan bahan baku seperti feses ternak dan jerami, dekomposisi awal selama satu minggu, penganginan bahan sebelum proses ekstraksi dan filtrasi, inkubasi selama satu bulan untuk memperoleh POC yang siap digunakan, dan pengujian pada tanaman melalui demonstrasi plot (demplot) untuk memastikan efektivitasnya, baik pada tanaman di tanah maupun hidroponik,” katanya.
Mahasiswa KKN Unpad aktif dalam setiap tahapan ini dengan bimbingan dari tim peneliti Fakultas Peternakan. Setelah satu bulan, mereka akan kembali ke desa untuk mengaplikasikan POC dan memantau hasilnya guna memastikan peningkatan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian warga.
Program KKN ini mendapat sambutan baik dari warga, terutama kelompok tani.
“Alhamdulillah, kami merasa terbantu dengan adanya program ini. Dulu, kami hanya mengandalkan pembelian pupuk kandang atau pupuk buatan, tetapi dengan membuat POC sendiri, kami bisa mengurangi beban biaya. Mudah-mudahan masyarakat, khususnya petani, dapat memanfaatkannya dan mengurangi ketergantungan pada pupuk yang mahal,” ujar Dedeh, anggota Kelompok Wanita Tani RW 05.
Dengan penerapan POC berbasis limbah ternak ini, warga Desa Citali diharapkan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk pertanian. Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi desa serta menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan KKN ini, mahasiswa Unpad tidak hanya membantu masyarakat dalam mengembangkan teknologi pemanfaatan limbah ternak, tetapi juga turut serta dalam menciptakan solusi nyata bagi ketahanan pangan di tingkat desa. (tha)







