RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Harga kebutuhan pokok di Pasar Tanjungsari masih tinggi meskipun bulan puasa sudah berlangsung beberapa hari.
Kepala UPT Pasar Tanjungsari, M. Nasir, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini merupakan pola tahunan yang biasa terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Biasanya, harga mulai normal satu minggu setelah puasa, tapi turunnya tidak signifikan. Harga baru benar-benar turun sekitar satu minggu setelah Lebaran. Namun, menjelang Lebaran, harga akan kembali naik secara bertahap,” ujar M. Nasir.
Salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan harga adalah maraknya pedagang dadakan, terutama penjual daging ayam saat momen munggahan dan menjelang Idulfitri. Selain itu, kondisi pasar juga dipengaruhi oleh praktik grosir sayuran yang dinilai merugikan pedagang kecil.
“Grosir seharusnya tidak menjual eceran. Sekarang banyak toko grosir yang menjual sayuran dengan harga di bawah harga pasar, baik di dalam zona pasar maupun di luar zona. Hal ini membuat penjualan di pasar menjadi sepi, dan banyak warga serta pedagang yang mengeluh,” tambahnya.
Saat ini, harga beberapa komoditas utama di Pasar Tanjungsari masih tinggi yakni cabai rawit merah domba Rp100 ribu perkilogram, cabai merah biasa Rp80 kg, bawang merah Rp40 kg dan Ikan asin teri Rp80 kg.
“Dengan pola kenaikan harga yang sudah terjadi setiap tahun, kondisi ini akan berlangsung hingga beberapa minggu ke depan,” tandasnya.
Sejumlah pedagang dan pembeli berharap harga kebutuhan pokok segera stabil agar daya beli masyarakat tidak semakin menurun.(tha)






