RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang kembali memfasilitasi tenaga kerja muda produktif untuk bekerja di Jepang. Program ini menjadi solusi bagi angkatan kerja di Sumedang yang memiliki keterampilan dan ingin mengembangkan karier di luar negeri.
Kabid Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kerja Disnakertrans Sumedang, Irma Dewi Agustin, mengatakan bahwa sebanyak 70 peserta telah mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama lima bulan di sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Mereka telah lolos wawancara dengan perusahaan Jepang dan akan diberangkatkan secara bertahap mulai minggu depan hingga Juli 2025.
“Seleksi dilakukan secara terbuka melalui media sosial, sekolah, pesantren, dan desa-desa. Dari 205 peserta awal, saat ini 34 orang sudah bekerja di Jepang, 70 orang siap berangkat, dan 91 orang masih dalam proses pelatihan,” kata Irma kepada awak media, Kamis (13/3/2025).
Irma menjelaskan bahwa keberangkatan peserta dilakukan secara bertahap, mengingat mereka diterima di perusahaan yang berbeda.
“Misalnya, Senin depan ada dua peserta perempuan yang akan berangkat, lalu minggu berikutnya beberapa peserta lainnya, hingga Juli nanti,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irma menambahkan bahwa program ini merupakan inisiatif Bupati Sumedang sejak periode pertama untuk mengatasi ketimpangan tenaga kerja di daerah. Saat ini, Sumedang memiliki sekitar 600 ribu angkatan kerja, sedangkan jumlah perusahaan yang tersedia hanya 900 unit.
“Untuk mendukung program ini, pemerintah memberikan subsidi pelatihan dan bantuan keuangan melalui Bank Sumedang serta lembaga keuangan lainnya guna membantu biaya pemberangkatan tenaga kerja. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebagai peluang emas bagi warga Sumedang untuk mengembangkan karier dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” paparnya.
Di tempat yang sama, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa program ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan.
“Kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga ke luar negeri. Namun, syaratnya tenaga kerja harus terampil dan memiliki keahlian. Mereka harus memahami budaya kerja Jepang, disiplin, dan kerja keras,” kata Dony.
Pemda Sumedang juga memberikan stimulan untuk biaya pelatihan. Sebagian biaya ditanggung pemerintah daerah, sedangkan biaya pematangan dan pemberangkatan dibiayai melalui skema pinjaman dari Bank Sumedang.
“Kami bekerja sama dengan perbankan untuk memberikan pinjaman bagi keberangkatan mereka,” tambahnya.
Bupati Dony juga berpesan kepada peserta yang akan berangkat agar menjaga nama baik diri sendiri dan daerah asalnya.
“Saya berharap mereka menjadi duta yang baik bagi Sumedang, sehingga perusahaan Jepang semakin tertarik untuk merekrut tenaga kerja dari daerah kita,” tuturnya.
Dengan program ini, diharapkan semakin banyak warga Sumedang yang mendapatkan kesempatan kerja di Jepang, sehingga angka pengangguran dapat ditekan.
“Gaji rata-rata tenaga kerja di Jepang mencapai Rp 20 juta per bulan. Mereka bukan pekerja kasar, melainkan tenaga terampil di bidang pertanian, peternakan, manufaktur, pengolahan makanan, dan sektor lainnya,” jelasnya.
Dony menambahkan bahwa program ini juga bertujuan mendukung LPK yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
“Kami merekrut calon tenaga kerja dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga mereka yang sebelumnya menganggur bisa mendapatkan pekerjaan, penghasilan, dan meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (jim)





