RADARSUMEDANG.id, KOTA – Dalam suasana Ramadan yang penuh berkah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang menggelar Pesantren Ramadhan: Kajian Kitab Kuning dan Kajian Ilmu Agama. Acara yang akan berlangsung di Aula Gedung MUI pada Senin 17 Maret 2025 bakal dihadiri 50 muslimah.
Rencananya Pesantren Ramadan ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 17 hingga 21 Maret 2025, dengan pemateri dari kalangan ulama dan ustadz berpengalaman. Sekretaris MUI Kabupaten Sumedang H Wawan Ridwan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Muslimah terhadap ajaran Islam, khususnya dalam memahami Kitab Kuning, yang menjadi rujukan utama dalam ilmu fikih, tauhid, dan tasawuf.
“Kami ingin membekali para Muslimah dengan ilmu agama yang kuat, terutama di era modern ini. Dengan memahami Kitab Kuning, diharapkan para muslimah dapat lebih mendalami ajaran Islam secara lebih mendalam dan kontekstual,” ujar H Wawan Ridwan.
H Wawan Ridwan lebih jauh menjelaskan pentingnya Kajian Kitab Kuning ini agar para peserta semakin memahami Kitab Kuning yang tetap relevan di era digital sekarang ini.

“Tidak dipungkiri lagi banyak muslimah sekarang lebih akrab dengan media sosial daripada kitab klasik. Padahal, Kitab Kuning adalah warisan keilmuan Islam yang luar biasa. Melalui kajian ini, kami ingin mengajak peserta untuk kembali menggali ilmu dari sumber yang otoritatif,” jelasnya.
H Wawan Ridwan juga menambahkan bahwa kajian ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga membahas penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Nanti para pemateri dalam pemaparannya akan lebih bersifat praktik dalam kehidupan sehari-hari misalnya tentang etika bergaul, cara menjaga lisan, dan kesabaran. Ini semua sangat relevan untuk kehidupan modern, terutama di era media sosial yang sering kali memicu kesalahpahaman dan ujaran kebencian,” tambahnya.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, kajian Kitab Kuning ini menjadi oase bagi Muslimah yang ingin mendalami ilmu agama. Ramadan tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga momentum untuk memperkaya wawasan spiritual dan intelektual.(rik)





