RADARSUMEDANG.id, KOTA – Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar, menyampaikan bahwa sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Sumedang sudah mulai menerapkan sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) selama lima hari dalam sepekan.
Menurut Eka, dari informasi yang diterimanya, SMPN 1 Sumedang menjadi sekolah yang tahun ini resmi menerapkan sistem tersebut.
“Selain SMPN 1 Sumedang, sebenarnya beberapa sekolah lain juga sudah melaksanakan sistem lima hari sekolah, seperti SMPN 2 Sumedang dan SMPN 1 Jatinangor. Mereka sudah lebih dulu menjalankan program ini. Tapi yang mulai tahun ini, baru SMPN 1 Sumedang,” ujar Eka saat dikonfirmasi Radar Sumedang di PPS, Kamis (24/4/2025).
Ia menegaskan, meski sistem belajar dikurangi menjadi lima hari, jam pembelajaran tetap sama secara total. Hanya waktu belajar per hari yang diperpanjang.
“Yang berubah bukan jumlah jam pelajarannya, tapi jam pulang sekolah setiap harinya. Misalnya, dulu Senin sampai Kamis dari pukul 07.00 sampai 13.00, Jumat sampai 11.00, dan Sabtu sampai 10.00. Dalam sistem lima hari, jadi Senin sampai Jumat dari pukul 07.00 sampai 14.30,” jelasnya.
Eka menambahkan, sebelum menerapkan sistem ini, sekolah harus melakukan kajian terlebih dahulu, termasuk kesiapan sarana prasarana dan kesiapan siswa.
“Sarana prasarana dan kesiapan siswa menjadi hal yang sangat penting sebelum sekolah menerapkan sistem lima hari belajar ini,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, sejumlah SMP di Kabupaten Sumedang telah menyatakan kesiapannya untuk beralih ke sistem lima hari sekolah, yang memungkinkan KBM hanya berlangsung dari Senin hingga Jumat tanpa kegiatan belajar formal pada hari Sabtu. (jim)





