Konsisten Menabung Rp 20 Ribu Setiap Hari Selama 16 Tahun, Sri Dewi Sudarwati Akhirnya Bisa Berangkat Haji

oleh
Sri Dewi Sudarwati. (Juliana Christy/JawaPos.com)
RADARSUMEDANG.id – Perjuangan Sri Dewi Sudarwati menuju Tanah Suci adalah kisah tentang ketekunan, kesabaran, dan harapan yang tidak pernah padam. Perempuan berusia 66 tahun asal Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri itu akhirnya berangkat haji setelah menabung sedikit demi sedikit selama bertahun-tahun—dengan cara yang sangat sederhana.

Setiap hari, sejak 2009, Sri menyisihkan uang Rp20.000 dari hasil berjualan di warung kelontong miliknya. Bukan ditabung di bank, melainkan disimpan dalam sebuah kotak kayu di rumahnya. “Saya orang desa, nggak biasa ke bank. Jadi saya simpan sendiri di kotak,” ujarnya saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Sabtu (3/5).

Nenek tujuh cucu ini baru bisa mendaftar haji pada tahun 2012, setelah tabungannya terkumpul hingga Rp25 juta. Semangatnya berangkat haji tumbuh seiring membaiknya kondisi ekonomi keluarga. “Dulu belum sempat karena ekonomi masih susah, anak-anak masih kecil, suami juga kerja serabutan,” kenangnya.

Sri bercerita bahwa sang suami dulu bekerja sebagai tukang tambal ban dan penjual bensin eceran. Mereka memulai kehidupan rumah tangga dari rumah kontrakan. Namun dari usaha kecil-kecilan itulah Sri mulai membuka warung di rumah sendiri pada 1995.

“Alhamdulillah dari warung itu, saya bisa menabung sedikit demi sedikit. Sekarang jualannya juga lebih lengkap dibanding dulu,” katanya dengan mata berbinar.

Meski sang suami telah meninggal dunia, Sri tetap bersyukur karena almarhum sempat lebih dulu menunaikan ibadah haji. “Waktu daftar dulu uangnya cuma cukup untuk satu orang. Jadi kami sepakat gantian. Alhamdulillah sekarang giliran saya,” ujarnya pelan.

Hari ini, Sri tergabung dalam kloter 5 Embarkasi Surabaya dan dijadwalkan terbang ke Madinah pada pukul 14.20 WIB. Ia berangkat sendirian, tanpa didampingi anak atau keluarga, namun tetap penuh semangat dan syukur.

“Saya akan berdoa di tanah suci, semoga anak-anak dan cucu saya kelak juga bisa menyusul ke sana. Minimal bisa umroh dulu,” ucapnya lirih.

Perjalanan Sri menjadi bukti bahwa keinginan yang kuat dan ketekunan dalam berusaha bisa membuka jalan ke Baitullah, tak peduli dari mana seseorang memulai.(jpc)

No More Posts Available.

No more pages to load.