RADARSUMEDANG.ID, JATINUNGGAL – Upaya memberdayakan peserta didik agar mandiri secara ekonomi terus dilakukan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Motekar di Kampung Cipari, Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal. Sabtu (10/5),
Lembaga ini menerima kunjungan dari jajaran DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Sumedang untuk berbagi praktik baik dalam pemanfaatan potensi lokal yang dikembangkan dengan sentuhan teknologi dan inovasi.
Acara yang dihadiri pengelola PKBM se-Kabupaten Sumedang ini menjadi momen strategis memperkuat sinergi dan tukar gagasan antar lembaga pendidikan non-formal.
Dalam sambutannya, Kepala PKBM Insan Motekar, Abdul Hamid, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para pengelola yang hadir.
“Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat penting ini. Kami percaya bahwa kolaborasi dan saling belajar antar PKBM sangat dibutuhkan untuk membangun pendidikan masyarakat yang relevan dan berdampak,” ujarnya.
PKBM Insan Motekar sendiri selama ini telah fokus pada pengembangan kurikulum berbasis potensi lokal, seperti perikanan, pertanian, peternakan, hingga pengolahan makanan.
Model pembelajaran dirancang secara aplikatif agar siswa dapat langsung mempraktikkan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua DPD Forum Komunikasi PKBM Kabupaten Sumedang, Nyai Sumiati, S.Pd., menegaskan pentingnya peran PKBM dalam mengangkat potensi lokal menjadi sumber ekonomi.
“PKBM harus jadi motor penggerak kemandirian masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah PKBM Insan Motekar yang mampu menghadirkan inovasi berbasis sumber daya lokal,” katanya.
Senada, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Ahmad Aradea, S.Pd., M.MPd., menyampaikan bahwa PKBM adalah ujung tombak pengembangan pendidikan non-formal yang adaptif.
“Kemandirian lembaga sangat penting agar PKBM mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Pemanfaatan potensi lokal adalah kunci untuk mencapainya,” ujar Aradea.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke unit-unit usaha yang dikelola siswa PKBM Insan Motekar.
Salah satu yang menarik perhatian adalah model kewirausahaan terintegrasi teknologi yang dipaparkan oleh Pembina PKBM, Kartib Bayu.
Menurut Kartib, pendekatan pembelajaran di PKBM Insan Motekar dirancang agar peserta didik tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung di lapangan.
“Kami melibatkan mereka dalam kegiatan produktif seperti olahan makanan lokal, pertanian hidroponik, perikanan bioflok, dan peternakan yang juga memproduksi kompos. Semua berbasis teknologi dan inovasi,” jelasnya.
Lebih jauh, model kewirausahaan yang diterapkan tidak hanya bertujuan melatih keterampilan, tapi juga membentuk karakter wirausahawan yang mandiri.
“Dengan semangat ini, siswa kami bisa membuka usaha sendiri dan bahkan berkontribusi pada kemandirian lembaga,” imbuhnya.
Menutup sesi diskusi, Kartib mengajak seluruh pengelola PKBM untuk terus mengeksplorasi potensi lokal di wilayah masing-masing.
“Mari kita bangun lembaga yang tidak hanya mencerdaskan, tapi juga mandiri dan berdaya saing melalui inovasi berbasis lokalitas,” pungkasnya. (tha)





