RADARSUMEDANG.id – Pemerintah mengungkapkan alasan dibalik percepatan pembentukan sebanyak 80.000 unit Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih selama masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ditandatangani Prabowo pada tanggal 27 Maret 2025.
Sedangkan, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih diterbitkan pada sidang kabinet terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (8/5).
“Kenapa sih kok perlu cepat dan besar sekali (80.000) dan melibatkan begitu banyak kementerian/lembaga, bahkan perintah Presiden langsung sampai (diterbitkan) 1 inpres dan1 keppres. Kenapa sih? Satu, ingin dibentuk agar ekonomi desa itu terbentuk, terbangun. Kalau desa ekonominya terbangun akan menyerap lebih dari 2 juta tenaga kerja, sehingga desa ini akan diisi oleh pemuda-pemuda penuh harapan,” kata Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan atai Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/5).
Bahkan, kata dia, dengan adanya Kopdes Merah Putih, maka para pemuda di desa tidak perlu merantau ke kota lain untuk menjadi preman atau bekerja lainn.
“Enggak perlu merantau jadi preman kan. Atau jadi apa gitu,” tambahnya.
Kemudian, selanjutnya kedua, ujar Zulhas, kehadiran Kopdes Merah Putih dapat memotong rantai pasok. Sehingga mempermudah para produsen-produsen sembako.
“Desa itu paling ujung. Bayangkan dari produsen distributor, grosir, apalagi ya. Warung kecil, warung besar, waduh baru sampai desa. Itu akan dipotong rantai pasok yang panjang,” ujar Zulhas.
Adapun alasan ketiga, kehadiran Kopdes Merah Putih untuk memberantas tengkulak, pinjaman online hingga rentenir. Pasalnya seluruh kegiatan simpan meminjam dapat dilakukan di koperasi.
Bahkan, kata Zulhas di Kopdes Merah Putih juga akan tersedia gas LPG hingga layanan perbankan seperti BRI Link.
“Karena nanti semua melalui koperasi. Pupuk melalui koperasi, BRI link ada di koperasi, gas LPG ada di koperasi. Jadi nanti dipotong itu,” jelasnya.
Terakhir, kehadiran Kopdes Merah Putih akan mempercepat akses masyarakat di desa ke pusat keuangan, produsen hingga BUMN. Sehingga dengan akses yang lebih luas diharapkan dapat membawa perekonomian di desa menjadi lebih maju.
“Berikutnya desa yang paling ujung itu dapat akses langsung ke pusat-pusat. Pusat keuangan, perbankan ketemu langsung, pusat-pusat produsen ketemu langsung, pusat-pusat bumn langsung. Jadi ini memberikan akses yang luas terhadap desa. Sehingga diharapkan nanti desanya bisa tumbuh ekonominya, kabupaten, provinsi Indonesia bisa menjadi lebih maju,” pungkasnya.(jpc)





