Warga Perumahan Jatihurip Sumedang Diresahkan Teror Kera Liar, Diduga Turun dari Kawasan Hutan Tampomas

oleh
Ilustrasi oleh AI

RADARSUMEDANG.id, KOTA – Warga Perumahan Jatihurip, Desa Jatihurip, Kecamatan Sumedang Utara, tengah diresahkan oleh kemunculan sejumlah kera liar yang diduga turun dari kawasan hutan sekitar Gunung Tampomas. Fenomena ini terjadi dalam beberapa hari terakhir dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Kejadian terbaru terjadi pada Senin pagi, 4 Juni 2024, saat seekor kera tiba-tiba muncul di Blok 9 Perumahan Jatihurip, melompat ke pohon peneduh rumah, lalu melarikan diri ke atap-atap rumah warga. Aksi mendadak itu membuat panik warga yang sedang beraktivitas pagi hari.

Sebelumnya, pada Sabtu 31 Mei 2024, seekor kera juga sempat mengagetkan warga di Blok 4, dekat Masjid Al-Muawanah. Kera tersebut muncul dari atap rumah kosong yang sudah rusak, kemudian turun ke jalan dan kabur ke arah barat perumahan setelah dikejar warga.

Tak lama setelah itu, warga Rancamulud juga mengaku melihat kera yang sama. Bahkan, menurut beberapa laporan, kera itu terlihat kembali di sekitar Jalan Tol Cisumdawu, tak jauh dari permukiman tersebut.

Penampakan monyet di jalan perumahan Blok 9 Perum Jatihurip , video beredar melalui pesan WA dan media sosial lainnya

Kemunculan kera liar ternyata tak hanya terjadi di Perumahan Jatihurip. Warga di kawasan Jalan Pangeran Kornel, Sumedang Kota, juga melaporkan adanya gangguan dari kera-kera liar yang memasuki area permukiman.

Sejumlah warga berspekulasi bahwa kemunculan kera-kera ini berkaitan dengan terganggunya habitat asli mereka. “Mungkin di hutan sudah tidak ada makanan karena kemarau, atau bisa jadi habitatnya terganggu karena pembukaan lahan,” ujar salah seorang warga setempat.

Ada juga yang meyakini bahwa kemunculan hewan liar ke pemukiman merupakan tanda-tanda alam. “Kata orang tua dulu, binatang bisa lebih sensitif terhadap perubahan alam. Itu sebetulnya peringatan yang harus kita baca dengan bijak,” lanjutnya.

Diketahui, jarak antara Perumahan Jatihurip ke kawasan hutan kaki Gunung Tampomas hanya sekitar 5–8 kilometer, sehingga tidak menutup kemungkinan kera-kera tersebut turun dari kawasan pegunungan tersebut untuk mencari makan.

Hingga kini, warga berharap ada tindak lanjut dari pihak berwenang untuk mengatasi kemunculan satwa liar ini, agar tidak membahayakan keselamatan dan kenyamanan warga.(rik)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.