RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN – Salah satu ruang guru di MTs Istighfarlah, Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, tampak memprihatinkan. Atap bangunan yang rapuh dan genting yang nyaris roboh membuat aktivitas belajar mengajar terganggu dan membahayakan keselamatan.
Kondisi ini terlihat jelas saat pembukaan kegiatan Safari Dakwah Ngador (Ngadakwah Sambil Ngabodor) yang berlangsung di sekolah satu-satunya di desa tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Sumedang, H. Saepul Amin, yang hadir mewakili Bupati, langsung meninjau titik kerusakan di bagian atap ruang guru yang lapuk dan mengkhawatirkan.
Kepala MTs Istighfarlah, Imaduddin, mengatakan bahwa kerusakan sudah berlangsung bertahun-tahun dan pernah diajukan proposal perbaikan sejak 2023. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Proposalnya bahkan katanya sampai ke Mekkah, tapi belum juga ada hasil sampai hari ini,” ujar Imaduddin, Selasa (29/7/2025).
Menurutnya, bangunan sekolah sangat membutuhkan perawatan, terutama di bagian fisik. Ia menyebut ruang guru berada di bawah pohon karet yang rindang dan kondisinya sangat tidak layak.
Meski begitu, Imaduddin mengaku pihak Kesra Setda sudah meminta dibuatkan DED (Detail Engineering Design) untuk pengajuan ulang perbaikan.
“Setelah kegiatan ini, kemungkinan hari ini atau besok akan diajukan ulang. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini, seperti arahan dari Pak Kabag Kesra,” ujarnya penuh harap.
Ia menambahkan, sejauh ini sudah diajukan dua lokal untuk diperbaiki: ruang guru dan musala. Musala sekolah bahkan sudah lama tidak digunakan karena kondisinya membahayakan.
“Tiang-tiangnya sudah keropos. Kami khawatir anak-anak tertimpa saat salat. Ada beberapa tiang yang benar-benar sudah tidak bisa menopang,” ungkapnya.
Imaduddin berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi sekolah-sekolah kecil di pelosok seperti MTs Istighfarlah, yang meski dikelola swadaya, tetap berkontribusi mencerdaskan anak bangsa.
“Kami mohon perhatian pemerintah. Jangan hanya sekolah besar yang dilihat. Madrasah rakyat seperti kami juga butuh dukungan nyata,” pungkasnya.(jim)





