RADARSUMEDANG.id, PAMULIHAN – Santri dari Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025. Tiga santri unggulan berhasil menyabet Juara 1 dalam kategori berbeda dan akan mewakili Jawa Barat pada MQK Nasional di Sulawesi Selatan Oktober mendatang.
Ajang bergengsi yang digelar oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Basayriah 2, Cigondewah Hilir, Kabupaten Bandung, Kamis (7/8). Para santri dari Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah tampil meyakinkan dalam membaca dan memahami kitab kuning, mengalahkan ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren se-Jabar.
Adapun santri yang menjadi juara ialah Alief Wira Yudha Mustholih (Juara 1 Tafsir Jalalain/Tafsir Wustha), Muhammad Ghani Al Ghifari (Juara 1 Adabul Alim Wal Muta’alim/Akhlak Wustha), dan Muhammad Regi Ramdhani (Juara 1 Riyadusholihin dan Manhaj Dzawi Nadzor/Hadits dan Ilmu Hadits Ulya).
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah sekaligus amanah. Mohon doa dari semua pihak agar mereka sukses juga di tingkat nasional,” ujar Ust. Firman Hambali, S.Pd., Pembina MQK sekaligus Kepala Bagian Kurikulum Pesantren, melalui pesan WhatsApp resminya.
Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya buah dari ketekunan para santri, tetapi juga hasil kolaborasi seluruh elemen pesantren—dari guru, orang tua, hingga dukungan penuh dari pengasuh pesantren, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K. H. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA.
“MQK bukan sekadar lomba, ini adalah panggung intelektual. Di sinilah para santri menunjukkan kecintaan pada ilmu dan warisan para ulama salaf,” tegas Ust. Firman.
Ia menambahkan, MQK Nasional Tahun 2025 akan digelar di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan pada 1–7 Oktober mendatang.
Sekretaris Umum Pengurus Pusat Majlis Ta’lim Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah, Endang, juga turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut, prestasi para santri menjadi bukti nyata bahwa pesantren mampu mencetak generasi intelektual yang berakhlakul karimah dan siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (tha)





