RADARSUMEDANG.id, SUMEDANG SELATAN — Suasana sejuk langsung menyambut setiap langkah ketika memasuki kawasan wisata Curug Gorobog di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Aroma tanah basah berpadu dengan gemericik air yang jatuh dari ketinggian, menciptakan suasana tenang khas alam pegunungan. Beberapa pengunjung terlihat menghabiskan waktu hanya untuk duduk di tepi bebatuan, menikmati pemandangan yang jarang ditemui di tengah riuhnya kota.
Daya tarik utama Curug Gorobog terletak pada bentuknya yang unik, yaitu tiga tingkatan air terjun yang masing-masing menawarkan pengalaman berbeda. Tingkat paling bawah, yang langsung terlihat dari pintu masuk, menampilkan aliran air deras dengan kolam alami yang cukup dalam. Area ini menjadi favorit wisatawan untuk berenang atau sekadar bermain air, sementara bebatuan besar di sekitarnya dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat atau berfoto.
Sedikit mendaki melalui jalur di sisi kiri, pengunjung akan menemukan tingkat kedua. Jalur ini kini dilengkapi pagar pembatas untuk keamanan. Pemandangan di titik ini menjadi salah satu yang paling indah di kawasan, dengan dua aliran air terjun, satu kecil di kiri dan satu lebih besar di kanan, yang mengalir di antara pepohonan dan bebatuan alami. Sinar matahari yang menembus sela daun sering menciptakan pantulan indah di permukaan air, menambah daya tariknya.
Tingkat ketiga, atau yang berada di hulu aliran, hanya dapat dicapai melalui jalur terjal dan licin tanpa pengaman. Perlu keberanian dan kehati-hatian ekstra untuk mencapainya. Bagi yang berhasil, pemandangan dari atas menghadirkan panorama hutan hijau dan aliran air yang jatuh bebas ke bawah, memberikan kesan eksklusif bagi pengunjung yang sampai di titik ini.
Bagi warga dan pengunjung lama, Curug Gorobog telah mengalami perubahan besar. Ambi, salah seorang wisatawan, mengingat saat-saat sekitar sepuluh tahun lalu ketika akses menuju curug masih alami.
“Dulu tuh masih alami banget, berasa capek banget kalau mau dateng kesini tuh. Jalannya harus menyusuri hutan karena jalurnya belum rapi,” kenangnya.
Perjalanan saat itu memakan waktu lebih lama dan penuh tantangan, namun meninggalkan kesan yang membekas.
Kini, jalur menuju Curug Gorobog telah ditata dengan baik, memungkinkan kendaraan melaju hingga dekat pintu masuk. Perubahan ini membuat curug lebih mudah diakses oleh semua kalangan. Tiket masuknya pun relatif terjangkau, Rp 10.000 pada hari biasa dan Rp 15.000 saat akhir pekan.
Dengan kombinasi keindahan alam, akses yang lebih mudah, dan harga tiket yang ramah di kantong, Curug Gorobog semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sumedang. Baik untuk liburan keluarga, wisata santai, maupun jelajah alam, curug ini menawarkan pengalaman yang layak diabadikan.(MG2)






