Aksi Bela Affan di Solo Ricuh, Balai Kota Mencekam, Warga Ketakutan

oleh
Aksi solidaritas menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan (21) di Kota Solo, Jumat (29/8) malam, berujung ricuh dan membuat kawasan Balai Kota Surakarta mencekam. Foto: Source for JPNN jateng.jpnn.com,

RADARSUMEDANG.id, SOLO – Aksi solidaritas menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan (21) di Kota Solo, Jumat (29/8) malam, berujung ricuh dan membuat kawasan Balai Kota Surakarta mencekam.

Suasana yang biasa ramai di Pendhopo Ageng Balai Kota Surakarta mendadak sepi dan gelap, banyak pedagang menutup warung, sementara suara letusan gas air mata berulang kali memecah malam.

Kericuhan bermula saat massa yang melakukan aksi berjalan menuju area Balai Kota dan Markas Brimob di Solo. Massa sempat berkumpul di Stadion Manahan sebelum bergerak ke Mako Brimob, lalu menyisir sejumlah titik di pusat kota.

Saat situasi makin memanas, aparat menembakkan gas air mata untuk memukul mundur kerumunan. Suara tembakan gas terdengar tak putus hingga petang. Salah satu pedagang di area Balai Kota Surakarta, Nida (41), mengatakan saat azan isya banyak massa aksi yang berlarian karena ada gas air mata.

“Situasinya mendadak mencekam. Pas adzan Isya mulai ada lari-larian, lalu gas air mata enggak berhenti,” katanya yang menutup dagangannya sekitar pukul 20.20 WIB.

Nida mengaku terpukul, bukan hanya materi karena acara yang sedang berlangsung terpaksa dibubarkan, tetapi juga dampak kesehatan.

“Gas air matanya pedes banget. Napas sesak, ini baru pertama kali saya merasakan seperti ini,” ujarnya.

Dia pun khawatir peristiwa bereskalasi hingga mengulang trauma masa lalu. “Saya takut kalau kejadian 1998 terulang lagi,” kata Nida.

Suasana makin tidak kondusif setelah sejumlah titik di pusat kota gelap karena pedagang menutup sementara usahanya. Dua unit armada pemadam dan tim medis tampak siaga. Selain itu, sejumlah anggota TNI dari Korem 074 Surakarta terlihat di sekitar area Balai Kota Surakarta, menyiapkan diri untuk membantu menjaga ketertiban.

Aksi di Solo merupakan bagian dari gelombang protes di berbagai daerah menyusul tewasnya Affan Kurniawan setelah terlibat insiden dengan kendaraan taktis Brimob di Jakarta. Di Solo, demonstran sempat berusaha mendekat ke gerbang Mako Brimob.

Polisi lantas melakukan pembubaran hingga massa berpencar dan ada upaya pengendalian ketat di sejumlah titik, termasuk Gladag dan kawasan Simpang Lima. Hingga pukul 20.38 WIB, suara gas air mata masih sering terdengar dan situasi belum sepenuhnya kondusif. (jpnn)

No More Posts Available.

No more pages to load.