RADARSUMEDANG.id, PASURUAN – Warga NU Pasuruan mendesak KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mundur dari ketua umum (ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pemicunya lantaran, Peter Berkowitz, militan zionis menjadi narasumber di orientasi program pascasarjana UI Depok (23/8), yang mendapat kecaman dari berbagai kalangan.
Diduga, kehadirannya melibatkan arahan dan lobi Gus Yahya sebagai Ketua Majelis Wali Amanah UI, 2024-2029. Dan sebelumnya, Peter Berkowitz diketahui juga mengisi 6 sesi, 3 hari perkuliahan di AKN NU, PBNU. Sontak, PBNU mendapat kritik dan kecaman keras.
Setelah mendapat kritik dan kecaman dari berbagai kalangan, luar dan dalam NU, Ketua Umum PBNU, Gus Yahya meminta maaf dan mengakui kurang cermat dalam menseleksi nara sumber. Padahal, Gus Yahya mengakui telah mengenal Peter Berkowitz sejak tahun 2020.
Ternyata, permohonan maaf dan pengakuan Gus Yahya tidak cukup bagi warga jemaah NU. Warga Ranting NU sekecamatan Pasrepan, Pasuruan, Jawa Timur berunjuk rasa di kantor MWC NU Kecamatan Pasrepan.
Mereka mengecam dan meminta Gus Yahya mundur dari ketum PBNU, karena dinilai simpatisan dan menjadi antek zionis Israel.
Diketahui, hari ini (29/8) sekitar pukul 10:30 WIB, 70 orang perwakilan warga ranting NU sekecamatan Pasrepan, laki-laki dan perempuan, remaja hingga dewasa mulai berdatangan menuju kantor MWC NU Pasrepan. Kedatangan mereka dengan membawa poster bertuliskan tuntutan dan meneriakkan yel-yel “lawan zionis, usir zionis”, saling bersahutan.
Dari poster tertulis tangan yang mereka dibawa, terlihat jelas tujuan mereka melakukan unjuk rasa di kantor MWC NU Pasrepan. Di antara tulisan dalam poster; “Jauhkan Agen Yahudi dari tubuh NU” dan “Jagalah Marwah Ulama. Singkirkan Agen Yahudi dari Tubuh NU”.
Di poster lain, tertulis “Kami warga NU tidak terima bila Ketum PBNU terus aktiv dengan zionis”.
Salah satu peserta unjuk rasa yang turut berorasi, Bukhori menyatakan bahwa warga NU di bawah sudah tidak nyaman dengan ulah petinggi PBNU dalam menjalankan amanat jam’iyyah.
“Kami warga NU di ranting-ranting, tidak nyaman (mendengar) dengan ulah memalukan para petinggi PBNU, selama ini. Rebutan jabatan, saling pecat, ancaman kepengurusan tidak di SK, tidak boleh menjadi pengurus kalau tidak memenuhi syarat, dan macem-macem,” kata Bukhori dalam keterangannya, Jumat (29/8).
Dia menambahkan, kumpul-kumpul tidak seenak dulu, apalagi, ramai dugaan korupsi haji oleh petinggi PBNU. Ditambah sekarang, zionis Israel masuk ke PBNU dan dipersilahkan mengajar kader-kader pemimpin PBNU.
“Kami malu dengan saudara kita di Palestina, melihat pemimpin NU bermesraan dengan musuh yang menjajah mereka. Puluhan ribu warga Palestina dibantai Israel,” tambahnya.
Bukhori, sebagaimana warga NU yang lain, geram dengan ulah petinggi PBNU yang tidak menjaga kehormatan Ulama NU.
Menurutnya, petinggi PBNU dengan ketua umumnya, Gus Yahya, tega mengabaikan perasaan saudara muslim Palestina yang ditindas Israel, dipaksa hidup tidak manusiawi.
“Kelihatannya mereka (petinggi PBNU) sudah gelap hatinya, kami tidak terima. Sesuai dalam poster yang kami bawa; kami warga NU mohon dengan hormat kepada Gus Yahya, agar mundur dari jabatan ketua PBNU,” kata Bukhori, tegas.
Bukhori juga menuturkan bahwa pimpinan NU di MWC Pasrepan, menghormati dan telah menerima aspirasi warga NU. Dan berjanji akan menyampaikannya kepada PCNU Pasuruan, PWNU Jawa Timur dan PBNU. (esy/jpnn)






