RADARSUMEDANG.id, TANJUNGSARI – Doa bersama untuk kebaikan Negara Republik Indonesia digelar di kediaman tokoh masyarakat H. Umuh Muchtar, Dusun Ciluluk, Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Minggu (31/8).
Kegiatan ini diikuti jajaran TNI-Polri, camat, dan para kepala desa dari tiga kecamatan, yakni Tanjungsari, Pamulihan, dan Sukasari.
Acara juga dihadiri Wakapolres Sumedang bersama pejabat utama Polres Sumedang. Dalam kesempatan itu, Waka Polres Kompol Sungkowo menekankan pentingnya sinergitas semua pihak dalam menjaga keamanan wilayah.
“Mari bersama-sama menjaga kondusivitas, lakukan patroli malam, dan cegah orang-orang yang mencoba menyusup ke wilayah kita. Koramil, Polsek, dan kepala desa adalah garda terdepan,” ujarnya.
Sungkowo mengapresiasi Danramil 1004/Tanjungsari beserta jajaran yang telah menggelar patroli skala besar di wilayah Sumedang. Menurutnya, kolaborasi antarunsur sangat penting demi keamanan bersama.
“Segala persoalan bila dikomunikasikan dengan baik akan menemukan solusi. Yang utama adalah menjaga marwah Kabupaten Sumedang agar tetap kondusif,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti tantangan di wilayah Jatinangor yang menjadi etalase Sumedang dengan keragaman budaya karena keberadaan sejumlah universitas ternama.
“Jangan sampai paham-paham negatif masuk ke Sumedang. Ini tugas bersama, bukan hanya pemerintah, polisi, atau TNI, melainkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, H. Umuh Muchtar menyampaikan alasannya bersama-sama menggelar doa. Ia mengaku prihatin dengan dinamika aksi unjuk rasa di beberapa daerah yang berujung penjarahan.
“Saya merasa tersentuh. Bersama Koramil 1004/Tanjungsari dan jajaran lainnya, kami berdoa agar Indonesia tetap baik-baik saja, aman, dan tenteram,” ucapnya.
Melalui doa bersama ini, para peserta berharap situasi kamtibmas di Sumedang dan Indonesia secara umum tetap terjaga, serta dinamika yang terjadi dapat segera mereda sehingga masyarakat bisa menatap masa depan lebih cerah. (tha)






